Pilkada Depok : Idris Lebih Diuntungkan, Pradi-Afifah Harus Kerja Keras

In Utama
idris imam pradi afifah
Muhammad Idris – Imam Budi Hartono dan Pradi Supriatna – Aifah Alia. GRAFIS : BUDI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Genderang psywar mulai dihembuskan para calon walikota dan wakil walikota Kota Depok supaya dapat dukungan. Dua nama besar sang petahana atau incumbent : Mohammad Idris dan Pradi Supriatna bakal bersaing di pesta demokrasi. Lalu siapakan yang lebih mudah diuntungkan di Pilkada Depok, 9 Desember 2020.

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro menuturkan, Pilkada ini yang dipilih adalah sosok bukan partai. Jadi gimana kinerja pertahana selama ini, memukau atau tidaknya. Begitupun dengan wakilnya, apakah selama ini mampu menopang dan menunjukan dirinya atau tidak.

Terkait pecahnya kongsi, dia menilai bahwa pertahana cukup sulit dikalahkan, apalagi Depok dinilai sebagai lahannya PKS. Basis masa sudah dimiliki PKS untuk Kota Depok. “Apalagi PKS menurunkan kadernya sebagai wakil tentu ini semakin menguatkan, bagi saya cukup susah untuk dikalahkan,” tuturnya kepada Radar Depok, Minggu (26/07).

Bagi dia, pertahana bisa terkalahkan jika memang, pada periode ini memiliki cacat yang membuat namanya ternodai.

“Tapi kan ini dari sosoknya sudah kuat, didukung dengan partai yang cukup kuat juga, jadi semakin susah,” terangnya.

Sementara, Pengamat Politik dan Pemerintahan dari Universitas Parahyangan, Prof Asep Warlan Yusuf mengatakan, memang dalam pemilihan kepala daerah di Indonesia, hampir 95 persen pasangan Walikota dan Wakil Walikota berpisah dan menjadi rival. Hanya lima persen saja kembali berpasangan.

Namun menurutnya, berdasarkan fakta yang terjadi yang lebih berpeluang untuk menang adalah walikotanya daripada wakil. Karena walikota memiliki akses lebih, ketimbang wakil.

“Fakta yang terjadi yang berpeluang menang itu kepala daerahnya, karena memiliki akses lebih besar,” kata Asep Warlan Yusuf kepada Radar Depok, Minggu (26/07).

Ada tiga hal yang menjadi modal utama kepala daerah jika ingin maju kembali, pertama walikota lebih dikenal, dan komunikasi dengan tingkat atas juga lebih dominan. Biasanya juga partai pendukung lebih dominan memilih walikota.

“Ketiga, walikota lebih memiliki modal politik lebih besar,” ujar dia.

Kendati demikian berbagai kemungkinan masih saja bisa terjadi. Itu tidak mutlak, dalam politik semua bisa terjadi. Misalnya saja, wakil memiliki gagasan besar, namun selalu terganjal oleh walikota itu bisa saja terjadi.

“Isu itu bisa saja digulirkan untuk dipolitisasi, nanti hasilnya tinggal kita lihat di pemilu,” tegasnya.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kota Depok, Hafid Nasir mengatakan, keputusan PKS bergabung dengan Tertata (PAN, PPP dan Demokrat) adalah sebagai bentuk koalisi kemenangan. PKS dan koalisi Tertata yang kini telah tergabung dalam koalisi bernama Tertata Adil Sejahtera (TAS).

“Ya itu nanti akan kita obrolin lagi siapa nama calon wakilnya,” tutur Hafid singkat.

Pernyataan beberapa ketua DPC partai yang tergabung dalam koalisi Depok Tertata seperti PAN, PPP, dan Demokrat yang menyatakan dukunganya untuk mengusung Mohammad Idris selaku incumbent dalam Pilkada Depok. Nampaknya, tidak menjadi persolan serius bagi pengurus partai pendukung pasangan incumbent Pradi Supriatna dan Afifah Alia.

Sekjen DPC Gerindra Kota Depok, Hamzah mengatakan, koalisi yang terjalin antara PDIP dengan Gerindra menjadikan mereka siap, untuk menghadapi kontestan lainnya dalam pilkada nanti. Terlebih lagi, ucap Hamzah, Gerindra dan PDIP sudah bergabung dengan partai lain sepeti Golkar, PKB, PSI.

“Kalaupun mereka tetap ngusung Idris, kami tetap menang secara jumlah kursi yang mencapai 29 kursi,” kata Hamzah, Minggu (26/07).

Selain itu, Hamzah sudah merasakan jika PAN bisa saja bergabung dalam koalisi mendukung Pradi dan Afifah. Keyakinannya tersebut didasari dari lobi–lobi yang sudah dilakukannya di tingkat pusat.

“Kita kan lobi–lobi bukan di tingkat Kota Depok saja pusat juga. Contohnya, Golkar dengan Airlangga dan Prabowo sudah bertemu, begitu juga PAN bisa saja bergabung dengan kami nantinya,” tuturnya.

Selain memiliki koalisi yang solid, keyakinan Hamzah untuk memenangkan politik ini juga lantaran partainya pernah berkoalisi dengan PKS pada 2015 silam, untuk memenangkan Pilkada Depok. Sehingga, mereka sudah hafal langkah–langkah politik apa yang akan dilakukan PKS pada Pilkada nanti.

“Kita sudah membaca stateginya (PKS). Tapi kita akan tetap turun ke akar rumput dan bergerak membuat jaringan–jaringan yang lebih kuat,” bebernya.

Dia menambahkan, Pradi–Afifah juga sudah mengantongi surat rekomendasi dari DPP Gerindra dan PDIP, tinggal menunggu partai lain seperti Golkar, PKB, dan PSI.

“Kami sudah keluar SK, sedangkan Idris belum ada SK sama sekali. Mudah–mudahan minggu depan Golkar, PKB, dan PSI sudah deklarasi untuk mengusung Pradi – Afifah,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Koalisi Gerindra PDIP mengatakan hal yang senada dengan Hamzah. Menurutnya, DPP PDIP dan Gerindra sudah memberikan surat rekom untuk mengusun Pradi – Afifah. “DPC Gerindra sudah fix berkoalisi dengan kami dalam waktu dekat akan diumumkan mereka,” tuturnya.

Dia menuturkan, saat ini Idris belum bisa dikatakan sebagai pesaing, karena belum mengantongi satupun SK dari partai yang dikatakan mengusung dirinya. Maka dari itu, pihaknya merasa masih selangkah di depan dalam kontestasi ini.

“Di sana (Idris) belum ada surat SK apa-apa, kalau DPP masing–masing partai yang katanya dukung Idris malah bergabung ke kita gimana. Itu kan tandanya janur kuning untuk Idris belum melengkung,” ucapnya.

Dia menambahkan, partainya juga sudah memiliki beberapa strategis untuk memenangkan pilkada ini, salah satunya yaitu penguatan organisasi. Langkah tersebut sangat tepat untuk mengalahkan hegemoni cost politik.

“Politik itu memang perlu cost, tapi yang menentukan kemenangan bukan duit aja, tapi organisasi yang solid. Itulah yang akan kami bangun sampai ke organisasi paling bawah,” pungkasnya. (rd)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah, Indra Abertnego Siregar, Rubiakto

Editor : Fahmi Akbar, Pebri Mulya

You may also read!

PJB andalkan lingkungan sehat

PJB Andalkan Lingkungan Sehat di Lomba PKK

TANAM : Ketua TP PKK Kelurahan Pangkalanjati Baru, Dian Karwati sedang menanam tanaman hidroponik, Minggu

Read More...
MUI bojongsari penguatan organisasi

MUI Bojongsari Netral

TEMU KANGEN : Pengurus MUI Kecamatan Bojongsari, melakukan pertemuan, di Pondok Pesantren Darul Ulum, Bojongsari.

Read More...
perempuan pakai masker

Biasakan Masker Sebagai Tren

WAJIB PAKAI MASKER : Warga menggunakan masker saat berada di Terminal Terpadu Kota Depok. FOTO

Read More...

Mobile Sliding Menu