Pilkada Depok : Tertata Minta Wakil, Idris Tagih SK

In Utama
gerindra untuk pradi supriatna
KOMITMEN : Pengurus dan Paslon dari Gerindra maupun PDI Perjuangan Kota Depok usai mengadakan pertemuan di Rumah Makan Betawi Ngumpul, Kecamatan Beji, Minggu (6/7). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Koalisi yang dibangun Gerindra dan PDI Perjuangan diklaim sudah jauh di depan, meninggalkan partai lainnya dalam menghadapi pesta demokrasi di Kota Depok. Pasalnya, partai yang sama-sama memiliki 10 kursi ini telah memiliki nama Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota yang direstui DPP masing-masing.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Depok, Hendrik Tangke Allo mengatakan, dalam silaturahmi ini menjawab pertanyaan publik terkait komitmen PDI Perjuangan dengan Gerindra untuk berkolaborasi memenangkan Pilkada.

Menurutnya, sejak awal kedua parpol tersebut sepakat memiliki visi misi yang sama, menyatukan ide, gagasan dalam membangun Kota Depok lebih baik lagi.

“Ini juga menjawab keraguan orang terhadap Paslon yang diusung PDI Perjuangan dan Gerindra, yakni Pradi Supriatna dan Afifah Alia,” kata HTA–sapaannya-usai mengadakan pertemuan di Rumah Makan Betawi Ngumpul, Kecamatan Beji, Minggu (6/7).

Dalam pertemuan tersebut, sambung HTA yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Depok ini pun membahas langkah kedepan. Sebab, tidak lagi membahas koalisi dan Paslon yang akan diusung, lantaran sudah selesai di DPP masing-masing.

“Kami bahas langkah kedepan seperti apa, agar soliditas ini tetap terjaga dengan baik. Kami tidak seperti teman-teman  partai di luar sana yang masih bingung, mau dengan siapa, siapa dengan siapa. Gerindra-PDI Perjuangan ‘Semakin di Depan’,” ucap HTA.

Ketua Dewan Pembina DPC Partai Gerindra Kota Depok, Nuroji mengatakan, pihaknya masih on the track, terutama kaitannya dengan Paslon. Sebab, setelah mengecek perkembangan terakhir tetap nama Pradi Supriatna dan Afifah Alia di DPP, baik Gerindra maupun PDI Perjuangan.

Pada kesempatan tersebut, Nuroji yang didaulat sebagai Ketua Tim Kerja Pilkada dari Gerindra dan PDI Perjuangan menegaskan, bahwa Gerindra tetap konsisten dengan PDI Perjuangan.

“Masing-masing sudah direstui DPP, kalau rekom (Surat Rekomendasi) itu semata-mata masalah administratif, tinggal tanda tangan. Tapi, dicek masing-masing DPP semua tidak ada perubahan, baik ibu Afifah dan Pradi,” papar Nuroji.

Setelah ini, pihaknya akan langsung melakukan sosialisasi pasangan Pradi Supriatna-Afifah Alia oleh kader dan jaringan masing-masing, agar menjawab keraguan masyarakat terkait koalisi maupun kandidat yang diusung.

“Kami juga membentuk tim kerja, sebelum membentuk Tim Pemenangan. Tujuan menopang kegiatan awal agar bisa berkolaborasi dan bersinergi antar relawan dengan calon. Juga calon dengan partai, sebelum tahapan kampanye nanti. Selanjutnya, kami juga akan sosialisasi ke teman-teman yang tidak hadir,” paparnya.

 

kesepakatan depok tertata
HASIL RAPIMCAB: Pengurus DPC PPP Kota Depok menunjukan hasil Rapimcab di Hotel Santika, Jalan Raya Margonda, Cimanggis, Sabtu (4/7). Tampak hadir sejumlah petinggi parpol lainnya. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin membuang waktu disaat partai lain sibuk mencari sosok kandidat dan koalisi partai, Gerindra-PDI Perjuangan akan langsung sosialisasi ke masyarakat.

“Yang lain kan masih sibuk cari kendaraan, partainya. Kalau kami sudah langsung jalan, tinggal masuk tol. Digaungkan dulu dari bawah, setelah itu baru deklarasi resmi,” tegas Nuroji.

Nuroji menambahkan, kendati sudah mantap bergerak jauh kedepan. Namun, pihaknya masih terbuka dengan partai lain untuk bergabung koalisi. “Kami tetap membuka diri dengan partai mana pun,” ujar Nuroji.

Terpisah, dalam Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) DPC PPP Kota Depok, ketua partai yang hadir meminta agar Mohammad Idris dapat segera menentukan pendampingnya, agar bisa deklarasi untuk bertarung di Pilkada Depok 2020.

Ketua DPC PPP Kota Depok, Qonita Luftiyah menegaskan, setelah Rapimcab ini masih ada yang belum selesai prosesnya. Sebab, untuk diserahkan ke DPW dan DPP harus ada penyandingnya, atau calon wakil walikotanya. Sementara, saat ini baru punya nama calon walikotanya saja.

“Tadi sudah dijelaskan, kami menyerahkan sepenuhnya ke calon walikota untuk menentukan. Siapapun itu, niat dan tujuan kita bagaimana calon yang kita usung menang,” kata Qonita kepada Radar Depok.

Qonita mengungkapkan, saat ini dihadiri Demokrat tiga kursi, PPP dua kursi, PAN empat kursi dan Golkar lima kursi.  Sehingga, PPP pun siap melakukan deklarasi.

“Dengan 14 kursi pun kita sudah punya dan Insha Allah menang. Di sini juga ada pak Farabi yang sudah melakukan kerja-kerja politik untuk kontestasi Pilkada. Kalau saya, sudah semangat sekali ingin deklarasi saja dulu,” paparnya.

Sebab, lanjut Qonita, dengan adanya agenda ini sudah tidak ada celah lagi bagi partainya maupun yang hadir untuk diklaim dan arah ke mana pun sudah ditutup. Karena, PPP resmi mengusung Mohammad Idris.

“Saya minta teman-teman PPP harus menjaga marwah kita. Sebagai politisi tapi kita juga sebagai seorang muslim, komitmen hari ini harus kita jaga,” tegas Qonita.

Qonita pun mengatakan, terkait rekomendasi dari DPP, ia menjamin akan segera keluar.

“Jika terbentuk Koalisi Karya Tertata, dengan atau nanti PKS masuk ke kami, menjadi satu kekuatan tanpa mengurangi sikap-sikap politik kita,” ujarnya.

Ketua DPD PAN kota Depok, Igun Sumarno menyebutkan, analoginya saat ini sedang musimnya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), anak daftar ke negeri. Setelah daftar ke sekolah pertama, itu cinta pertama, setelah ditolak di negeri, lalu lari ke swasta, itu cinta kedua.

“Kami ini empat partai merupakan cinta pertama ke pak Wali. Sehingga, daya juang dan daya dobraknya sangat luar biasa. Jadi, akan beda pada saat pak wali dicintai sama yang kedua. Kami ini sudah 14 kursi sangat luar biasa, jangan abaikan keinginan kami untuk meminta segera deklarasi,” kata Igun.

Ia melanjutkan, hal ini sesuai amanat dari DPP langsung. Bahkan, Golkar sendiri sampai memperlihatkan Surat Tugas langsung dari Ketum Airlangga Hartarto, sekelas Ketum yang juga seorang menteri sangat leluasa memberikan waktu ke Mohammad Idris untuk berdiskusi terkait paket pasangan di Depok.

“Saya kira lebih cepat lebih baik. Beda kadarnya jika dengan cinta yang kedua. Jika empat partai ini sudah deklarasi, yakin setengah PKS akan ke kita,” ucap Igun.

Menanggapi hal tersebut, Mohammad Idris meminta kepada pimpinan partai yang tergabung dalam koalisi tersebut, yang sementara empat partai juga melakukan seperti PPP menggelar Rapimcab.

“Semacam penegasan musyawarah pimpinan, nanti akan mengusulkan aspirasi dari anggota dan pengurus PAC ke pusat. Walaupun memang, pak Farabi yang sudah mengajukan, tapi yang saya tahu belum mengajukan atasnama calon walikota adalah Idris. Jadi, yang direkomendasikan DPP misalnya masih nama pak Farabi, walikota atau wakil walikota,” katanya.

Demikian juga dengan partai lain, Idris melanjutkan, seperti Demokrat yang informasinya sudah mengajukan dan menyampaikan ke DPP. Kemudian, PAN, ia sendiri sudah bertemu langsung dengan Ketum PAN, Zulkifli Hasan.

“Mereka rata-rata memang belum menulis SK, yang disampaikan atau alasan belum ada calon wakilnya,” lanjutnya.

Namun, ia berfikir sebaliknya, agar mengeluarkan SK sementara dulu, bahwa DPP mengusung dirinya sebagai Calon Walikota. Nanti, siapa calon wakil walikotanya dibicarakan partai-partai yang tergabung.

“Tidak ada bedanya, dengan yang lain itu sama,” tuturnya.

Kedua, koalisi ini merupakan koalisi partai yang kursinya terpenggal, artinya bukan satu keutuhan (Seperti PDI Perjuangan dan Gerindra yang memenuhi syarat 10 kursi untuk mengusung calonnya sendiri). Karena itu, ia tetap meminta kepastian SK dari DPP masing-masing.

“Saya tidak ragu dengan DPC PPP dan lainnya. Tapi, saya butuh kepastian dari DPP masing-masing. SK bahwa mereka benar-benar mencalonkan saya. Kalau alasannya harus dua (pasangan calon), itu persyaratan ke KPU, ketika penetapan,” terangnya.

Agar ia memiliki pegangan bahwa benar-benar mengusung dirinya, karena partai yang saat ini tergabung di Karya Tertata ada 14 kursi. Jika satu partai saja gagal, tentu akan gagal semua.

“Kemarin sebelum ada Golkar, Tertata ada 12 kursi, PKB ternyata, belum mundur sih, saya masih berharap PKB bisa bergabung dengan kami, saya masih berharap bagaimana pun, PKB itu istilahnya saudaranya PPP. Termasuk dengan PKS, saya masih komunikasi, tapi rata-rata semuanya belum ada SK dari DPP,” tandasnya.

Selain itu lanjut dia, bedanya PKS fatsun dan khawatir tidak etis melakukan ini, jika belum ada arahan dari DPP.

“Karakter tiap partai kan beda-beda. Jadi, saya harapkan partai lain, termasuk PPP segera mengeluarkan SK-nya. Ini sebagai modal saya untuk kita deklarasi,” pungkas Idris. (rd/cky)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

banyak orang masker

Jika Tak Lakukan Ini, Percuma Kenakan Masker Cegah Covid-19

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Memakai masker menjadi salah satu langkah paling sederhana dan penting yang dapat dilakukan

Read More...
botol vaksin korona

Vaksin Covid-19 Akan Disebar ke Provinsi Ini di Indonesia

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Vaksin virus Korona (Covid-19) sudah siap didistribusikan Pemerintah ke seluruh Indonesia. Menteri

Read More...

Seperti Apa Terpeka yang Dinobatkan Tol Terpanjang di Indonesia

  RADARDEPOK.COM - Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) tercatat masih menjadi jalan tol terpanjang

Read More...

Mobile Sliding Menu