Polrestro Depok Periksa 16 Saksi Penculikan

In Metropolis
sketsa wajah buronan di angkot
SEBAR : Kasubag Humas Polres Metro Depok, AKP Elly Pandiansari saat menyebar sektsa wajah tersangka penculikan anak di Angkot Kota Depok, beberapa waktu lalu. FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Polres Metro (Polrestro) Depok terus memburu tersangka penculikan delapan anak di wilayah Kota Depok. Minggu (5/7)Sebanyak 16 saksi telah dimintai keterangan terkait awal mulanya penculikan terjadi.

Kapolrestro Depok, Kombes Azis Ardiansyah mengatakan, Polres Metro Depok tengah melakukan pengejaran tersangka penculikan anak, di wilayah Kecamatan Sukmajaya. Polrestro telah menyebar sektsa wajah tersangka di sejumlah area publik dan sarana media lainnya.

“Kami sebar diangkot, terminal, media sosial hingga pemberitaan,” ujar Azis Ardiansyah kepada Radar Depok, Minggu (5/7).

Azis menjelaskan, hingga saat ini Polres Metro Depok telah memeriksa 16 saksi, orang tua korban, hingga anak yang menjadi korban. Tidak hanya itu, dia juga telah meminta Inavis Polres Metro Depok untuk mentracing orang yang mirip dengan sektsa tersebut.

Polisi telah menyambangi anak yang menjadi korban penculikan, kedelapan anak tersebut dalam kondisi sehat dan pengawasan orang tua. Namun terdapat dua anak mengalami trauma dan masih takut untuk keluar rumah.

Sementara itu, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengaku, prihatin terkait kasus penculikan anak di Kota Depok. Menurutnya, disaat Pemerintah Kota Depok tengah berjuang menjaga ekonomi dan pandemi Covid-19 menurun, namun kasus terhadap anak kembali terjadi.

“Kami sangat perihatin terjadap kasus penculikan anak karena terjadi di tengah pandemi Covid-19,” ujar Pradi.

Pradi mengungkapkan, kasus penculikan anak telah disampaikan ke dinas terkait untuk mengunjungi korban. Hal itu dilakukan untuk melihat kondisi korban terutama psikis maupun rasa trauma. Apabila mengalami rasa trauma, Pemerintah Kota Depok akan melakukan pendampingan.

Liburnya anak dari aktifitas sekolah selama Covid-19 di Kota Depok, dinilai cukup panjang sekitar empat bulan. Melihat hal tersebut memunculkan kejenuhan anak sehingga mendorong anak bermain di luar. Untuk itu, dia meminta masyarakat maupun orang tua memberikan pengawasan dan penjagaan terhadap anak.

“Orang tua dan masyarakat dapat memberikan pengawasan terhadap anak sehingga tidak menjadi korban kejahatan kembali,” tutup Pradi Supriatna. (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

banyak orang masker

Jika Tak Lakukan Ini, Percuma Kenakan Masker Cegah Covid-19

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Memakai masker menjadi salah satu langkah paling sederhana dan penting yang dapat dilakukan

Read More...
botol vaksin korona

Vaksin Covid-19 Akan Disebar ke Provinsi Ini di Indonesia

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Vaksin virus Korona (Covid-19) sudah siap didistribusikan Pemerintah ke seluruh Indonesia. Menteri

Read More...

Seperti Apa Terpeka yang Dinobatkan Tol Terpanjang di Indonesia

  RADARDEPOK.COM - Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) tercatat masih menjadi jalan tol terpanjang

Read More...

Mobile Sliding Menu