Raperda PKR, Pengamat Jangan Asal Bunyi

In Politika
Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna
Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Wakil Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna menyayangkan celoteh pengamat yang menyinggung kewarasan legislator Depok, dalam hal memasukan usulan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penyelenggaraan Kota Religius (PKR).

“Beliau jangan asal bunyi, sekelas profesor harus paham dulu apa yang diucapkan. Yang diatur dalam Raperda PKR adalah bagaimana pemerintah bersama seluruh stakeholder mewujudkan peningkatan tatanan kehidupan yang berakhlak sesuai norma yang berkembang, dengan tetap berpedoman pada peratuan perundang-undangan,” ujar Ade Supriyatna, Rabu (1/7).

Ia menjelaskan, pemerintah daerah mengurusi masalah sosial, perlindungan masyarakat, juga menerima pelimpahan sebagian kewenangan absolut tentang dukungan pemerintah daerah dalam hal peningkatan kegiatan keagamaan, sesuai pasal 10 ayat 2 Undang Undang No.23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Di sini akan diatur mengenai fasilitasi dan dukungan pemerintah terhadap pembimbing rohani, pembangunan tempat ibadah, dukungan pengembangan pendidikan keagamaan, perlindungan masyarakat dalam hal beribadah, dan lain-lain. Jadi tidak akan masuk ranah pribadi dan menghukum seseorang yang tidak menjalankan ibadah,” jelasnya.

Mengenai sanksi, politikus PKS ini menjelaskan, yang diberikan pun terkait perlindungan masyarakat,  IA pun mencontohkan, ada perusahaan atau tempat kerja yang melarang karyawannya menggunakan jilbab, ini akan diatur sesuai kewenangan pemerintah daerah.

Usulan pemerintah kota Depok terkait Raperda PKR sudah melalui tahapan pembahasan di Badan Pembentukan Peraturan Daerah DPRD Depok, sampai ditetapkan dalam sidang Paripurna, Senin (29/06).

“Jadi mempertanyakan kewarasan legislator terkait keputusan yang sudah diambil dalam forum tertinggi, yaitu paripurna adalah bentuk kebodohan dan penghinaan kepada lembaga DPRD Depok,” tegasnya.

Sementara, Anggota Bapemperda DPRD Kota Depok, Ade Firmansyah menambahkan, masuknya usulan Raperda PKR, bersama sembilan Raperda yang lain sudah sah dan sesuai tata tertib.

“Pengambilan keputusan Minggu (28/06), sudah melalui persetujuan pimpinan rapat dan pimpinan DPRD, sebagaimana bunyi pasal 123 ayat (4). Waktu rapat di luar ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) ditentukan oleh pimpinan DPRD atau pimpinan rapat yang bersangkutan sesuai dengan kebutuhan”,” ujar Ade Firmansyah.

Lebih lanjut legislator yang akrab disapa AF ini menguraikan, rapat pembahasan yang berlangsung sejak Kamis (25/07), sedianya mengambil kesimpulan final pada Sabtu (27/06). Karena belum tercapai kesepakatan, pimpinan rapat (ketua Bapemperda) atas persetujuan pimpinan DPRD dan peserta rapat, bersepakat melanjutkan pengambilan keputusan pada Minggu (28/06).

“Saya mengajak seluruh anggota DPRD Kota Depok untuk menghormati kesepakatan dan keputusan yang telah diambil, baik dalam rapat Bapemperda, maupun rapat paripurna yang sudah mengetok palu menetapkan 10 usulan Raperda masuk dalam Program pembentukan peraturan daerah (Propemperda) DPRD Depok tahun 2021,” pungkasnya. (rd/cky)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

banyak orang masker

Jika Tak Lakukan Ini, Percuma Kenakan Masker Cegah Covid-19

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Memakai masker menjadi salah satu langkah paling sederhana dan penting yang dapat dilakukan

Read More...
botol vaksin korona

Vaksin Covid-19 Akan Disebar ke Provinsi Ini di Indonesia

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Vaksin virus Korona (Covid-19) sudah siap didistribusikan Pemerintah ke seluruh Indonesia. Menteri

Read More...

Seperti Apa Terpeka yang Dinobatkan Tol Terpanjang di Indonesia

  RADARDEPOK.COM - Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) tercatat masih menjadi jalan tol terpanjang

Read More...

Mobile Sliding Menu