Regina Mendadak Meninggal di RS HGA

In Utama
meninggal mendadak di RS HGA
TUNTUT JAWABAN : Relawan Kami Peduli sedang berada di depan Rumah Sakit HGA di Kecamatan Sukmajaya Kota Depok menuntut jawaban atas meninggalnya Regina, Jumat (24/7). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Relawan Kami Peduli yang membantu Regina Rosalina Hia warga Warga RT4/1 Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong Kota Depok lantaran seketika meninggal di RS Hasanah Graha Afiah (HGA), Jumat (24/07) sekira pukul 12:37 WIB. Padahal, Regina baru masuk rumah sakit di Sukmajaya tersebut di hari yang sama pukul 00:27 WIB.

Kepada Radar Depok, suami Regina Rosalina Hia, Adeniaman Zei menjelaskan, istrinya batuk sejak setahun belakangan. Alasan dokter dan bidan yang kerap menangani korban mengatakan itu bawaan bayi karena saat itu Regina sedang hamil. Syukur bayi selamat, tapi almarhum istrinya masih menyisakan batuk yang belum hilang sejak kelahiran anaknya Mei 2020.

Akhirnya, kata Ade, harus dilarikan ke RS HGA karena semua puskesmas dan dokter praktek merujuk ke sana. Dua Minggu lalu juga pernah kondisinya seperti ini drop. Dibawa ke HGA, karena BPJS bermasalah, dia diberikan pilihan oleh pihak rumah sakit diperiksa di ruang isolasi Covid-19 gratis, atau pulang bayar.

Karena kondisi perekonomian keluarga yang terdampak Covid-19, memaksa dia menekan pengeluaran, termasuk biaya rumah sakit. Sisanya Rp370.000, akhirnya dia meninggal kan KTP.

“Saat itu diminta Rp850.000, tapi saya belum bisa melunasi, akhirnya ada kesepakatan dicicil,” ucap Adeniaman kepada Radar Depok, Sabtu (25/07) .

Kemudian, Kamis (23/07) kondisi Regina kembali memburuk, keluarga inisiatif kembali bawa Regina ke HGA. “Karena yang sebelumnya belum lunas, istri saya ngga boleh masuk, pihak rumah sakit meminta untuk lunasi. Akhirnya saya lunas,” jelas Ade.

Setelah dilunasi, istrinya diperbolehkan dirawat. Hanya saja terpaksa dirawat dengan standar Covid-19, di ruangan panjang dengan berjajar kasur. Ruang sepi dan kosong itu ternyata ruang isolasi bagi penderita Covid-19.

“Pukul 11:01 WIB dia (Regina) masih wad an video call (VC) saya, tapi tiba-tiba pukul 13.00 WIB saya dikabarkan istri saya meninggal,” terang Ade.

Dia mengaku, curiga kenapa istri saya tiba-tiba meninggal, alasan dokter sesak nafas, dokter juga sudah membantu dengan alat kejut.

“Saya curiga, karena istri saya belum pernah mengeluh sesak,” tegas Ade.

 

meninggal mendadak di RS HGA
PESAN TERAKHIR : Inilah Wa terakhir Regina kepada suaminya yang saat dirawat di RS HGA, Jumat (24/07).

 

Sementara, perwakilan relawan Kami Adi, Adi Suman mengaku, mendampingi korban dari masuk hingga meninggal. Memang jelas ada kenjanggalan. Umur ada ditangan Allah, tapi pihak rumah sakit tidak menjelaskan secara detail kenapa Regina bisa meninggal. Apalagi, mentang-mentang orang tak mampu masa Regina diperlakukan seperti orang sakit korona. Padahal, belum tentu almarhum terpapar korona. Adanya kejanggalan tersebut akhirnya organisasi yang tergabung dengan Kami Ada menuntut kejelasan rumah sakit dengan berujuk rasa.

“Sampai sekarang pihak rumah sakit masih diam. Ini patut dipertanyakan,” terang pria yang juga Sekretaris Jendral (Sekjen) Info Depok ini.

LSM Kapok yang tergabung dalam relawan Kami Ada, meminta pihak rumah sakit lebih teliti lagi, karena ini masalah kemanusiaan. Akibat pelayanan buruk, pasien jadi korban. “Saya berharap kasus Regina menjadi kasus terakhir di Kota Depok,” singkat Ketua LSM Kapok, Kasno.

Menimpali hal ini, Staf Humas RS HGA, Rama mengungkapkan, saat ini masih ditelusuri oleh manajemen. Pembahasan tersebut bukan masuk dalam ranahnya. “Saya secara pribadi belum tahu. Tapi setahu dia rumah sakit masih menelusurinya,” tandasnya. (rd/rub/ina)

 

Jurnalis : Rubiakto, Febrina

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

imam budi hartono silaturahmi

IBH Minta Restu Ustadz Lancip dan Ulama Besar Yaman

SILATURAHMI : Bakal Calon dari PKS, Imam Budi Hartono saat blusukan dan juga meminta doa

Read More...
Tokoh Perempuan dan Anak di kota Depok, Novi Anggriani Munadi.

Calon Wakil Walikota Punya Peran Besar di Pilkada Depok

Tokoh Perempuan dan Anak di kota Depok, Novi Anggriani Munadi.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Pemilihan Kepala Daerah

Read More...
tes swap untuk OPD

Pemkot Depok Berlakukan Tes Swab Pada ODP

TES : pelaksanaan Swab Test kepada pedagang di Pasar Cisalak, Kecamatan Cimanggis, beberapa waktu lalu.

Read More...

Mobile Sliding Menu