SMPN 1 Depok Matangkan PJJ

In Pendidikan
workshop SMPN 1
PEMBAHASAN : Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Mohammad Thamrin turut hadir dalam kegiatan workshop yang diadakan SMPN 1 Depok. FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – SMPN 1 Depok mengadakan kegiatan workshop yang membahas tentang penyusunan perangkat pembelajaran dalam masa new normal dan sosialisasi sistem penjaminan mutu nasional (SPMI). Dimana, dalam kegiatan yang diadakan dari 1 – 4 Juli 2020 tersebut, diikuti seluruh guru di SMPN yang berlokasi di Jalan Pemuda, Kecamatan Pancoranmas tersebut.

Ketua Panitia Workshop, Eriyasti mengatakan, sekarang ini dimasa new normal sesuai dengan kebijakan pemerintah dimana pembelajaran sementara ini menerapkan sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ), maka guru harus bisa beradaptasi dengan hal tersebut. Dimana, yang menjadi pangkuan utama dalam proses pembelajarannya adalah teknologi.

“Pemerintah sudah menetapkan PJJ akan dilaksanakan sampai Desember 2020, dan pembelajaran tatap mukanya dimulai Januari 2021,” ucapnya kepada Radar Depok, Kamis (2/7).

Eriyasti menuturkan, teknologi tentunya harus dikuasai guru selama PJJ, karena itu menjadi modal utama mereka dalam mengajar siswa. Caranya bisa dengan Google Class Room dan online metting. Selain itu, dibentuk juga tim permata pelajaran di tiap tingkat kelas. Jadi, dalam satu tingkat kelas, jam mata pelajarannya sama semua. Misalnya, kelas VII di hari Senin jam pertama pelajaran bahasa Indonesia, maka semua siswa di tiap rombongan belajar (rombel) belajarnya bahasa Indonesia.

“Sehari bisa dua atau tiga mata pelajaran yang diajarkan guru. Pemberian tugasnya pun proporsional, karena harus dikerjakan dan diserahkan oleh siswa ke guru harus di hari yang sama. Jadi, tugas dari guru tidak terlalu banyak, tetapi harus efisien,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Depok, Wahyu Hidayat menuturkan, teknologi sekarang menjadi kunci pembelajaran, guru yang tidak terlalu mengerti dengan teknologi dengan adanya PJJ, maka harus bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Tetapi, ada juga pendataan terlebih dahulu untuk kemampuan dan kesiapan siswa dalam menjalankan PJJ. Jika ada siswa yang terbatas untuk kebutuhan kuota internet atau medianya. Diperbolehkan ke kantor untuk mengambil tugas dan dikerjakan di rumah.

“Harus ada kerjasama dengan orang tua, agar siswa di rumah bisa mengikuti pembelajaran dengan disiplin serta mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru,” terangnya. (rd/peb)

 

Jurnalis/Editor : Pebri Mulya

You may also read!

banyak orang masker

Jika Tak Lakukan Ini, Percuma Kenakan Masker Cegah Covid-19

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Memakai masker menjadi salah satu langkah paling sederhana dan penting yang dapat dilakukan

Read More...
botol vaksin korona

Vaksin Covid-19 Akan Disebar ke Provinsi Ini di Indonesia

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Vaksin virus Korona (Covid-19) sudah siap didistribusikan Pemerintah ke seluruh Indonesia. Menteri

Read More...

Seperti Apa Terpeka yang Dinobatkan Tol Terpanjang di Indonesia

  RADARDEPOK.COM - Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) tercatat masih menjadi jalan tol terpanjang

Read More...

Mobile Sliding Menu