Tertata Sodorkan Diana Dewi ke PKS Depok

In Utama
Diana Dewi
Diana Dewi.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Setelah mantap membangun Koalisi Tertata Adil Sejahtera. Tiga partai yang tergabung dalam Koalisi Depok Tertata : Demokrat, PAN dan PPP mengusulkan nama sebagai pendamping Mohammad Idris, di Pilkada Depok 2020. Nama Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta, Diana Dewi muncul dinilai bisa bersaing dengan Imam Budi Hartono (IBH).

Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok, Edi Sitorus mengungkapkan, sesuai dengan apa yang disepakati dengan Mohammad Idris, Tertata mendukung petahana dan ingin PKS ikut bersama.

“Dalam rapat itu, ada kesepakatan bahwa PKS, Demokrat, PAN dan PPP membentuk koalisi  TAS, Tertata Adil Sejahtera. Yang diusung sebagai Calon Walikota Pak Idris,” kata Edi kepada Harian Radar Depok, Senin (27/07).

Sedangkan, lanjut Ketua Komisi C DPRD Kota Depok ini, untuk calon Wakil Walikota-nya harus disepakati bersama, antara partai yang tergabung di Koalisi TAS dan Mohammad Idris.

Saat itu, PKS menyampaikan tiga calon dari mekanisme Pemilihan Umum Internal Raya (Pemira), yakni Imam Budi Hartono, Moh. Hafid Nasir dan T. Farida Rachmayanti. Sementara dari Tertata, Edi mengusulkan nama Diana Dewi.

“Ini lah yang sedang kami coba sepakati, siapa kira-kira yang akan mendampingi Pak Idris. Mudah-mudahan, dalam waktu dekat, kesepakatan ini sudah makin mengerucut,” ujarnya.

Tertata sendiri rasional untuk mengusulkan hal tersebut, wakil rakyat Daerah Pemilihan (Dapil) Cimanggis ini pun berharap bisa terdapat kesepakatan yang baik untuk seluruh partai di Koalisi TAS.

“Siapapun nanti yang dipilih secara rasional, baik dan objektif, Koalisi TAS sendiri akan tetap utuh dan mendukung keputusan tersebut,” tegas Edi.

Para pentolan partai di Koalisi Tertata sendiri sudah pernah bertemu dengan Diana Dewi. Namun, dalam politik sendiri dinamis, sehingga nantinya akan ada hal-hal yang disampaikan PKS maupun Demokrat, PAN dan PPP.

“Tapi, intinya adalah Koalisi TAS, calon walikotanya adalah Pak Idris. Sedangkan, untuk wakilnya, masing-masing sudah menyampaikan, tinggal bagaimana keputusannya, kita tunggu. Minggu-minggu ini harus sudah ada kepastian,” ungkapnya.

Edi kembali menegaskan, kedepannya, jika usulan calon wakil walikota dari PKS atau dari Tertata yang dimajukan, seluruh partai yang tergabung dalam Koalisi TAS akan siap dan menerima keputusan tersebut.

“Harus siap. Karena, calon wakil walikota ini sifatnya hanya usulan, artinya kita tidak bisa memaksakan. Begitu juga PKS, ini harus rembuk. Dari Tertata dan mungkin jadi PKS, mana yang terbaik mendampingi Pak Idris,” tegasnya.

Target Koalisi TAS bukan hanya menang, tapi bagaimana calon yang didukung mampu melakukan sesuatu untuk Kota Depok. “Nanti kita coba dan masukan ke dalam RPJMD, bagaimana calon yang kita dukung mampu meningkatkan kesejahteraan warga Depok,” tegas Edi.

Adanya usulan tersebut, Ketua DPD PKS Kota Depok, Mohammad Hafid Nasir mengatakan, DPD PKS bersama koalisi Tertata telah melakukan pertemuan pada Jumat (24/07). Dari pertemuan tersebut sudah disepakati untuk mengusung Mohammad Idris sebagai Calon Walikota Depok untuk Pilkada 2020 Kota Depok.

“Pada saat pertemuan itu itu (Jumat 24/07) masalah wakil memang belum disepakati dengan tertata,” ujar Hafid Nasir kepada Radar Depok.

Hafid menjelaskan, guna membahas calon wakil pendamping Mohammad Idris untuk maju pada Pilkada 2020 Kota Depok, perlu dilakukan pertemuan kembali. Namun, saat ini anggota DPRD baik dari PKS maupun Tertata masih banyak kegiatan sehingga belum dapat duduk bersama.

Diana Dewi sempat diusulkan untuk menjadi calon Wakil Walikota Depok pada Pilkada 2020, dan sudah dipanggil DPP PKS. Namun begitu, untuk penentuan calon pendamping Mohammad Idris diperlukan pertemuan kembali antara PKS dengan koalisi Tertata.

“Memang butuh pertemuan lanjutan untuk membahas calon Wakil Walikota,” terang Hafid.

Masih butuh waktu dan proses pertemuan kembali untuk pematangan calon Walikota dan Wakil Walikota. Menurutnya, baru koalisi antara PKS dan koalisi Tertata tingkat Kota, sepakat untuk mengusung Mohammad Idris menjadi Walikota Depok pada Pilkada 2020. Nantinya DPD PKS bersama koalisi Tertata akan memberikan rekomendasi untuk dilaporkan ke DPP PKK maupun koalisi Tertata.

“Intinya nanti akan dilakukan pertemuan kembali guna membahas calon Wakil Walikota Depok,” tutup Hafid Nasir.

Seperti diketahui bersama Diana Dewi merupakan pengusaha daging yang kesohor di Indonesia maupun internasional. Perempuan yang tinggal di Kelurahan Harjamukti, Cimanggis Kota Depok ini juga masih aktif menjabat Ketua Kadin DKI Jakarta. Dia juga sempat menggelontorkan dana pribadinya sebesar Rp6 miliar untuk membantu penanggulangan Covid-19 di Kota Depok, Kota Bekasi dan DKI Jakarta. (rd/dic/cky)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto, Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

ulama ke idris imam

Persatuan Ulama-Habaib Depok Beri Restu Idris-Imam

DEKLARASI : Dihadiri Paslon Nomor Urut 2 dan elit partai Koalisi TAS, Persatuan Ulama dan

Read More...
penghargaan naik tingkat

Sanggar Ayodya Pala : Siswa Ujian Kenaikan Tingkat Raih Penghargaan

RAIH PENGHARGAAN : Sejumlah siswa Sanggar Ayodya Pala yang telah mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat mendapatkan

Read More...
jatijajar repot urus administasi

Beredar Foto Spanduk ‘Ganti Lurah Jatijajar’

MUNDUR : Ketua RT dan RW, di lingkup RW2, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, mundur serentak

Read More...

Mobile Sliding Menu