Tiga Mahasiswa FMIPA UI Berprestasidi Kompetisi Debat Nasional

In Pendidikan
3 mahasiswa berprestasi
BERPRESTASI : Tiga mahasiswa FMIPA Universitas Indonesia meraih Juara Kedua dalam Kompetisi Debat Nasional yang diselenggarakan oleh Komunitas Kejar Mimpi Aceh. FOTO : UI FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tiga mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI) meraih Juara Kedua dalam Kompetisi Debat Nasional yang diselenggarakan oleh Komunitas Kejar Mimpi Aceh.

Ketiga mahasiswa tersebut adalah Mahesa Oktareza (Matematika 2017), Ginanjar Ariyasuta (Matematika 2017), dan Aisha Nurtabina (Fisika 2017).

Kompetisi Debat Nasional Komunitas Kejar Mimpi Aceh adalah kompetisi debat yang digelar untuk mahasiswa perguruan tinggi se-Indonesia seperti USU, UMSU, UNPAD, UNSRI, UNRI, UIN Walisongo, UNP, UNHAS, IAIN Padangsidimpuan, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

“Esai kami berjudul Transparansi Data COVID-19: Upaya Awal Menyelamatkan Indonesia melalui Pemodelan Matematis dan Spasial. Pemodelan matematis digunakan untuk memprediksi kurva naik turunnya jumlah penderita COVID-19 dan menentukan puncak pandemi COVID-19. Sedangkan pemodelan spasial digunakan untuk menentukan sebuah zona suatu daerah dilihat dari banyaknya pasien positif Covid-19,” ujar Mahesa.

Prestasi lain diraih oleh mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia bernama Alif Naufal Falih (Adm. Niaga 2017) yang meraih Juara Pertama dengan nilai total 83.

“Berhasil unggul di antara empat finalis lainnya dari Universitas Kapuas Sintang, Politeknik STIA LAN Bandung, Universitas Padjajaran, dan Universitas Islam Makassar, dalam kompetisi esai yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Administrasi Bisnis Indonesia (KOMBI),” kata Wakil Rektor UI Bidang Akademik dan Kemahasiswaan, Rosari Saleh.

Esainya tentang Digital Economic in Connected Society Era, dengan judul Menatap Peluang Bonus Demografi Melalui Pemanfaatan Aplikasi Untuk Meningkatkan Keterampilan Dan Kompetensi Sumber Daya Manusia.

Esai ini membahas bagaimana sebuah aplikasi yang berfungsi untuk mengembangkan diri dapat membantu Indonesia dalam mempersiapkan peluang bonus demografi yang akan dihadapi Indonesia.

“Permasalahan yang diangkat adalah masih rendahnya indeks modal manusia Indonesia mengacu pada data Bank Dunia, padahal Indonesia diprediksi akan menghadapi bonus demografi,” kata Alif Naufal. (rd/gun)

 

Jurnalis : M. Agung HR (IG : @agungimpresi)

Editor : Pebri Mukya

You may also read!

KPU rapid test

296 Punggawa KPU Depok Rapid Test

CEK : Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna menjalani Rapid Test di Gedung Dibaleka II

Read More...
sebatangkara meninggal

Sebatangkara, Ditemukan Meninggal

EVAKUASI : Kapolsek Sawangan, Kompol Sutrisno meninjau lokasi penemuan jenazah. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK   RADARDEPOK.COM,

Read More...
rekomendasi PKS berubah

Isi Rekomendasi Berubah, PKS : Bisa Saja

Ketua Bidang Humas DPW PKS Jawa Barat, Imam Budi Hartono (dua dari kiri).   RADARDEPOK.COM, DEPOK –

Read More...

Mobile Sliding Menu