Beranda Metropolis Banyak Bansos di Depok, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun

Banyak Bansos di Depok, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun

0
Banyak Bansos di Depok, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun
MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PN pedagang pasar kemirimuka
MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Harga kebutuhan pokok di Kota Depok mengalami penurunan. Hal itu dapat dilihat dari pantauan harga sejumlah pedagang di pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji.

Tim Pemantau Harga Sembako UPT Pasar Kemirimuka, Ahmad Fahrudin mengatakan, sudah sepekan harga kebutuhan pokok di Pasar Kemirimuka mengalami penurunan. Menurutnya, turunya harga kebutuhan pokok dikarenakan minimnya jumlah pembeli di Pasar Kemirimuka.

“Mungkin karena dampak virus Korona (Covid-19), sehingga daya beli masyarakat di pasar mengalami penurunan,” ujar Ahmad Fahrudin, Jumat (28/08).

Ahmad Fahrudin menjelaskan, harga kebutuhan pokok yang mengalami penurunan hari ini, yakni tepung terigu Cakra Kembar dari Rp13 ribu menjadi Rp12 ribu. Untuk harga cabai mengalami penurunan sudah sejak beberapa hari lalu, sebelumnya harga cabai merah biasa Rp22 ribu kini menjadi Rp20 ribu perkilogram, cabai hijau besar Rp12 ribu perkilogram, cabai merah keriting Rp15 ribu perkilogram, dan cabai rawit hijau Rp14 ribu perkilogram.

Selain itu, lanjut Ahmad Fahrudin, harga bawang bombai pada awal Covid-19 sekitar Februari 2020 mencapai Rp150 ribu perkilogram, kini menjadi Rp16 ribu. Lonjakan yang tinggi tersebut dikarenakan stok sedikit, namun permintaan melonjak.

Namun, pasca Covid-19 memberikan dampak yang cukup besar terhadap ekonomi, yakni penurunan minat daya beli masyarakat akan kebutuhan pokok. Belum lagi, masyarakat beberapa waktu lalu mendapatkan bantuan sembako, baik dari pemerintah maupun donatur.

“Hal itulah yang kami perkirakan akibat menurunnya daya beli masyarakat,” tutup Ahmad Fahrudin. (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto

Editor : Pebri Mulya