BPJAMSOSTEK Raih Predikat WTM

In Metropolis
gedung BPJS ketenagakerjaan bagus
BERPRESTASI : Tampak gedung BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) Cabang Kota Depok. BPJAMSOSTEK meraih Predikat WTM, untuk Laporan Keuangan dan Pengeloalaan Program Tahun 2019. FOTO : BPJAMSOSTEK FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) meraih predikat Wajar Tanpa Modifikasian (WTM) untuk laporan keuangan dan pengelolaan program tahun 2019.

Laporan keuangan Dana Jaminan Sosial (DJS), laporan keuangan BPJAMSOSTEK, dan laporan pengelolaan program (LPP) tersebut telah di audit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP) Razikun Tarkosunaryo (anggota dari MSI Global Alliance), dan mendapatkan opini WTM untuk laporan keuangan Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Pensiun (JP), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM) dan BPJAMSOSTEK.

Serta telah sesuai dengan kriteria penyajian (comply with), terhadap peraturan perundangan untuk laporan pengelolaan program.

Perlu diketahui, BPJAMSOSTEK mengemban tugas untuk mengelola empat program DJS, yaitu JHT, JP, JKK, dan JKM. Sesuai dengan undang-undang, transaksi keuangan keempat program DJS tersebut dibukukan dalam laporan keuangan terpisah antar dana jaminan sosial, maupun dengan laporan keuangan BPJAMSOSTEK.

Direktur Utama BPJAMSOSTEK Agus Susanto mengatakan, walau banyak tantangan dari lingkungan eksternal seperti kondisi pasar modal yang kurang kondusif, BPJAMSOSTEK tetap dapat menorehkan kinerja positif pada tahun 2019.

“Kondisi tahun 2019 memang cukup menantang, baik dari sisi kepesertaan, pelayanan maupun pengelolaan dana. Namun, kami terus berupaya maksimal agar tetap dapat menjalankan semua tugas yang diamanatkan. Pencapaian indikator-indikator kesehatan keuangan DJS, dan badan BPJAMSOSTEK juga dalam kondisi baik. Sesuai yang ditetapkan regulasi, bahkan aset DJS dan badan BPJAMSOSTEK terus tumbuh,” ungkap Agus.

Capaian lain yang dapat dicatat sepanjang tahun 2019 adalah hasil Survei Penilaian Integritas dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), dengan capaian nilai sebesar 85,08 yang berada di atas indeks rata-rata kementerian atau lembaga dan pemda.

Agus mengatakan, hasil yang didapatkan BPJAMSOSTEK ini merupakan buah kerja keras seluruh insan BPJAMSOSTEK yang didukung semua pihak.

“Kami merupakan badan hukum publik yang mengutamakan pengelolaan dana yang bersih dan akuntabel. Predikat WTM dari kantor akuntan yang independen merupakan indikasi bahwa pengelolaan keuangan telah dilakukan sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku,” tegasnya.

Ia menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada semua pihak. Dan berharap program perlindungan yang diselenggarakan dapat memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh pekerja di Indonesia.

Sementara itu, Direktur Keuangan BPJAMSOSTEK Evi Afiatin menuturkan, dalam hal cakupan perlindungan kepesertaan sampai dengan akhir tahun 2019, tercatat 54,97 juta pekerja telah terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK. Dengan rincian 34,17 juta tenaga kerja sebagai peserta aktif dan 681,43 ribu pemberi kerja aktif dengan kontribusi iuran yang terkumpul sepanjang tahun 2019 sebesar Rp73,43 triliun.

“Aset DJS yang dikelola BPJAMSOSTEK meningkat 18 persen dibandingkan tahun sebelumnya, yakni Rp428,31 triliun. Jika ditambah aset badan dari BPJAMSOSTEK Rp15,84 triliun, maka sampai penghujung 2019 secara total BPJAMSOSTEK mengelola aset Rp444,14 triliun,” tuturnya.

Kemudian, Evi memaparkan dari total aset tersebut sebesar Rp431,99 triliun telah diinvestasikan dengan menghasilkan pendapatan investasi yang direalisasikan sebesar Rp29,15 triliun untuk memberikan imbal hasil kepada peserta Jaminan Hari Tua (JHT) sebesar 6,08 persen p.a. atau 1 persen lebih tinggi dari bunga deposito rata-rata perbankan pemerintah sebesar 5,10 persen p.a.

“Sebagai tambahan, hasil pengembangan investasi DJS di BPJAMSOSTEK tersebut tidak dikenakan pajak, sedangkan bunga deposito di perbankan dikenakan pajak sebesar 20 persen.

Dari sisi manfaat kepada peserta, selain memberikan imbal hasil investasi di atas rata-rata suku bunga deposito tersebut, sepanjang tahun 2019 BPJAMSOSTEK telah membayarkan klaim atau pembayaran jaminan sebesar Rp29,72 triliun kepada 2,47 juta peserta. Tingkat kepuasan pelanggan BPJAMSOSTEK tahun 2019 juga mengalami peningkatan berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh pihak independen yaitu sebesar 95,5 persen atau meningkat 2,9 persen dari tahun 2018 sebesar 92,6 persen.

Terpisah, Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Depok, Indra Iswanto menambahkan, pihaknya sangat optimis bahwa di tahun 2020 kinerja yang maksimal dapat tercapai kembali, walau saat ini tengah dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Kami komitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan manfaat bagi seluruh pekerja,” pungkas Indra. (rd/gun)

 

Jurnalis ; M. Agung HR

Editor : Pebri Mulya

 

You may also read!

Ketua DPC Partai Hanura Kota Depok, Miftah Sunandar

Hanura Depok Mantap Dukung Pradi-Afifah

Ketua DPC Partai Hanura Kota Depok, Miftah Sunandar.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Satu lagi partai non parlemen

Read More...
walikota depok pakai masker CFD

Pisah Ranjang dengan Istri, Selamatkan Walikota Depok dari Covid-19

Walikota Depok, Mohammad Idris.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Berkaitan dengan Elly Farida yang terpapar virus Korona (Covid-19),

Read More...
alfamidi SMK Putra Bangsa

SMK Putra Bangsa Gulirkan Alfamidi Class

LULUSAN TERBAIK : Siswa-siswa SMK Putra Bangsa yang menjadi calon peserta Program Alfamidi Class berfoto

Read More...

Mobile Sliding Menu