Koordinator DEEP Kota Depok,  Fajri Syahiddinillah.
Koordinator DEEP Kota Depok, Fajri Syahiddinillah.
Koordinator DEEP Kota Depok,  Fajri Syahiddinillah.
Koordinator DEEP Kota Depok, Fajri Syahiddinillah.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok di masa pandemi, terdapat banyak sekali potensi kerawanan dalam Pilkadasalah satunya adalah potensi penyebaran Covid-19 bahkan cluster penyelenggara, tingkat partisipasi masyarakat yang menurun akibat pandemi.

Sementara, terkait kesiapan panitia penyelenggara Pilkada, baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan staf Bawaslu Kota Depok Terkonfirmasi Positif Covid -19. Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Depok mengatakan staf Bawaslu Kota Depok  terkonfirmasi positif Covid-19.

Koordinator Democracy Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Kota Depok,  Fajri Syahiddinillah menerangkan, sudah sangat jelas sebagai dasar PKPU Nomor 5 tahun  2020 bahwa seluruh tahapan, program, dan jadwal pemilihan serentak lanjutan harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan penangganan Virus Korona (Covid-19).

Akan tetapi, realita di lapangan diduga masih ada penyelenggara dalam melaksanakan tahapan belum serius menggunakan alat pelindung diri (APD) atau protokol kesehatan.

“Padahal sebagaiamana seharusnya dalam peraturan PKPU Nomor 5 tahun 2020 sudah sangat jelas penggunaan protokol kesehatan harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar,” tutur Fajri.

Jika masih ada penyelenggara dalam melaksanakan tahapan lanjutan pilkada yang abai terhadap protokol kesehatan, menurut Fajri, ialah wujud pengabaian terhadap kesehatan masyarakat. Padahal sangat jelas dengan menggunakan protokol kesehatan pilkada dapat dilanjutkan.

“Bahwa Pilkada harus dilaksanakan dengan tanpa menimbulkan ekses negatif bagi masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan,” tegas Fajri.