Depok Berkurban 14.160 Ekor

In Metropolis
jumlah hewan kurban di depok
PEMOTONGAN HEWAN KURBAN : Sejumlah warga saat melakukan pemotongan hewan kurban di Masjid LDII Baitul Ihsan, Jalan Pitara Raya, Kecamatan Panoranmas, Jumat (31/07). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pandemi Virus Korona (Covid-19), tak menyurutkan warga Depok berbagi sesama. Nyatanya saat Idul Adha 1441 Hijriyah, berdasarkan data Pemkot Depok sedikitnya 14.160 ekor hewan kurban atau senilai Rp125.567.000.000, sukses disembelih.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, esensi Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah adalah perpaduan penghambaan dan kepedulian kepada sesama. Menurutnya, untuk memaknai dua hal ini, dilakukan dengan cara menyembelih kurban, sebagai bantuan terhadap orang-orang yang membutuhkan.

Ibadah yang paling utama saat Idul Adha yaitu menyembelih kurban. Hal ini juga sesuai dengan yang dilakukan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, sebagai wujud ketakwaannya pada Allah SWT.

“Allah SWT kembali menjelaskan koneksi kuat antara penghambaan diri kepada-Nya dan kepedulian sesama sebagai rahasia kesuksesan dan kemenangan dalam hidup serta kehidupan,” jelasnya usai Salat Idul Adha di Masjid Al Ihsan, Komplek Paspamres RW 8, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Cimanggis Kota Depok, Jumat (31/07).

Walikota menerangkan, dalam surah Ash Shaffat Ayat 100-111, Allah SWT menggambarkan kejujuran Nabi Ibrahim dalam melaksanakan ibadah kurban ke dalam dua indikator. Pertama, Al Istijabah Al Fauriyah yaitu kesigapan dan patuh pada perintah Allah SWT.

Kedua adalah Shidqul Istislam yaitu kejujuran dalam melaksanakan perintah Allah SWT. Dikatakannya, disitulah hakikat kehambaan benar-benar nampak, bahwa sang hamba tidak ada pilihan kecuali patuh secara tulus kepada Tuhannya.

“Suatu teladan kehambaan yang harus ditiru setiap orang beriman, yang berjuang menuju derajat kehambaan. Untuk itu, setiap hari raya Iduladha mari kita kobarkan semangat kehambaan total kepada Allah SWT,” ujarnya.

Idris mengaku, pada peringatan Idul Adha tahun ini, dia bersama keluarga berkurban sekitar 50 ekor sapi. Puluhan hewan kurban ini tersebar di 11 kecamatan. “Seluruh hewan kurban ini saya niatkan atas nama Walikota dan warga Kota Depok,” tegasnya.

Sementara, Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna mengatakan, tahun ini berdasarkan data yang masuk ada 14.160 ekor hewan kurban yang disembelih se-Depok. Rinciannya, sapi atau kerbau  sebanyak 4.373 ekor dengan taksiran nilai Rp96.206.000.000. Sedangkan, kambing atau domba atau 9.787 ekor senilai Rp29.361.000.000. Bila ditotal seluruhnya senilai Rp125.567.000.000.

Jika dibandingkan dengan tahun lalu, baik kurban sapi maupun kambing ditotal ada 19.426 ekor yang disembelih atau sekitar Rp165 miliar.

“Ada penurunan memang. Tapi hal ini patut diapresiasi karena animo masyarakat dalam berbagi masih tinggi. Perbedaannya tidak jomplang jauh,” terangnya kepada Radar Depok, Jumat (31/07).

Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKPPP) Kota Depok, Diah Sadiah mengatakan seluruh lapak dan penjual hewan kurban yang telah diperiksa oleh tim DKPPP sejak tanggal 20 s.d 29 Juli 2020 terdapat 297 lapak, dengan jumlah hewan yang diperiksa 24.224 ekor.

Dari jumlah tersebut dia merincikan, terdapat 9.552 ekor sapi, 21 ekor kerbau, 10.654 ekor kambing, dan 3.997 ekor domba. Menurutnya dari pemeriksaan yang dilakukan pihak DKPPP tidak ditemukan penyakit zoonosis, dan sebagian besar dalam kondisi sehat.

“Namun tidak sehat 100 persen, tapi masih ditemukan sakit ringan (flu, diare, sakit mata, sakit kulit) kemungkinan faktor kelelahan di jalan,” kata Diah Sadiah.

Pihaknya menyampaikan, kondisi tersebut menurutnya karena faktor distribusi. Sebagian besar hewan-hewan yang dijual di Kota Depok didatangkan dari luar kota.

Meski demikian pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah hewan kurban yang akan dipotong di Kota Depok. Karena menurutnya prosesnya saat ini masih terus berlangsung.

“Untuk jumlah keseluruhan hewan yang dipotong bisa diketahui setelah pelaksanaan post mortem H+3,” kata Diah.

Saat ini pihaknya sedang melakukan post mortem ke semua kecamatan di kota Depok. “Semoga lancar dan tidak ditemukan penyakit zoonoosis dan panitia tetap pemenuhan protokol covid-19 sehingga tidak menjadi cluster penularan covid-19, di Kota Depok,” bebernya.

Pantauan Radar Depok di sejumlah masjid di Kota Depok, saat pelaksanaan Salat Ied Idul Adha umumnya menjalakan protokol kesehatan. Begitu juga dengan saat penyembelihan, semua yang bertugas menggunakan masker dan handsaitizer. (rd/rub/hmi)

 

Jurnalis : Rubiakto, Fahmi Akbar

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

ulama ke idris imam

Persatuan Ulama-Habaib Depok Beri Restu Idris-Imam

DEKLARASI : Dihadiri Paslon Nomor Urut 2 dan elit partai Koalisi TAS, Persatuan Ulama dan

Read More...
penghargaan naik tingkat

Sanggar Ayodya Pala : Siswa Ujian Kenaikan Tingkat Raih Penghargaan

RAIH PENGHARGAAN : Sejumlah siswa Sanggar Ayodya Pala yang telah mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat mendapatkan

Read More...
jatijajar repot urus administasi

Beredar Foto Spanduk ‘Ganti Lurah Jatijajar’

MUNDUR : Ketua RT dan RW, di lingkup RW2, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, mundur serentak

Read More...

Mobile Sliding Menu