lahir di kemerdekaan
BAHAGIA : Erwin Setyawan bersama istrinya Lia Mulya Sari saat menunjukan putra pertama mereka, Erdogan yang lahir tepat di hari Kemerdekaan Indonesia. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK
lahir di kemerdekaan
BAHAGIA : Erwin Setyawan bersama istrinya Lia Mulya Sari saat menunjukan putra pertama mereka, Erdogan yang lahir tepat di hari Kemerdekaan Indonesia. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

Momen kelahiran si buah hati merupakan dambaan setiap pasangan. Namun, kebahagiaan dengan lahirnya si buah hati akan semakin bermakna tatkala bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia, yang diperingati setiap 17 Agustus.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM – Erwin Setyawan tak mampu menyembunyikan raut bahagia di wajahnya, ketika buah hati dambaan mereka lahir tepat pada 17 Agustus, dini hari kemarin. Putra pertamanya ini lahir dengan bobot 3305 gram dan tinggi badan 51 cm, di Rumah Sakit (RS) Bunda Aliyah Depok.

Dia sangat bahagia karena istrinya Lia Mulya Sari sudah melahirkan anak pertama mereka dengan selamat ke dunia ini, tepat saat seluruh Bangsa Indonesia merayakan hari kemerdekaanya yang ke 75. “Alhamdulilah anak pertama kami lahir lewat proses persalinan normal,” kata Erwin, Selasa (18/08).

Anak tersebut akan diberikan nama seperti nama pemimpin Turki, yaitu Erdogan. “Untuk nama panjangnya saya belum kepikiran,”tuturnya.

Dia mengaku bahagia dan bangga atas kelahiran anaknya yang bertepatan dengan hari kemerdekaan ini. Sebab, dia tidak pernah berfikiran untu bisa punya anak yang hari lahirnya sama seperti hari kemerdekaan Indonesia.

“Saya tak kepikiran anak saya akan lahir di hari yang selalu ditunggu–tunggu seluruh rakyat Indonesia,” bebernya.

Dia berahrap, kelak anaknya bisa menjadi pemimpin bagi agama, bangsa dan negara Indonesia, seperti layakanya Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan.

“Saya berharap kalau sudah besar nanti anak saya seperti Racep Tayyip Erdogan, yang jujur, adilm dan amanah kepada seluruh rakyat Indonesia,” pungksanya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya