Beranda Politika Gelora Indonesia Masih 50:50

Gelora Indonesia Masih 50:50

0
Gelora Indonesia Masih 50:50
DISKUSI : Pengurus dan Kader Partai Gelora Indonesia usai Ngobrol Santuy Seputar Pilkada Depok dan Orasi Kebangsaan, di Rumah Kabeda, Jalan KH Usman, Kelurahan Kukusan, Beji, Sabtu (29/08). FOTO : ISTIMEWA
keputusan partai gelora
DISKUSI : Pengurus dan Kader Partai Gelora Indonesia usai Ngobrol Santuy Seputar Pilkada Depok dan Orasi Kebangsaan, di Rumah Kabeda, Jalan KH Usman, Kelurahan Kukusan, Beji, Sabtu (29/08). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Jelang pendaftaran Pilkada Depok 2020. Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, nyatanya sampai kini masih belum memutuskan akan berpihak ke salah satu kubu. Masih 50:50.

Diketahui, situasi politik di Kota Depok, muncul dua pasangan calon. Pertama, Mohammad Idris-Imam Budi Hartono yang diusung Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS) : PKS, PPP, Demokrat dan PAN. Partai terakhir, hingga kini belum mengeluarkan  rekomendasi.

Kedua, pasangan Pradi Supriatna-Afifah Alia yang diusung koalisi Gerindra-PDI Perjuangan (PDIP), dan PKB. Golkar dan PSI yang memberi sinyalemen dukungan, hingga kini belum mengeluarkan rekomendasi.

Seperti yang disampaikan, Sekretaris Jenderal (Sekjen)  Partai Gelora, Mahfudz Siddiq, pihaknya telah mengarahkan seluruh struktur kepartaian untuk ambil bagian dalam Pilkada.

“Meskipun belum menjadi peserta Pemilu dan Pilkada, namun partisipasi ini kita dorong agar Partai Gelora menyosialisasikan idenya,” ucap Mahfudz, saat ditemui usai agenda Partai Gelora Indonesia, di Rumah Kabeda Jalan KH Usman, Kelurahan Kukusan, Beji, Sabtu (29/08).

Mahfudz menuturkan, dari hasil survei pihaknya masyarakat Kota Depok menginginkan kepemimpinan baru, melihat banyaknya harapan dari masyarakat yang belum terpenuhi.

“Ini hasil yang kami rekam. Ada arus kuat yang menginginkan kepemimpinan baru. Dengan terobosan dan ide yang lebih baik terutama Kota Depok ini dekat dengan Ibu Kota DKI Jakarta sehingga, perlu di wujudkan kemajuan yang progresif,” bebernya.