Ini Sikap PKS Setelah Rekom PPP untuk Pilkada Depok Keluar

In Politika
Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok, Moh Hafid Nasir
Ketua DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Depok, Moh Hafid Nasir.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Salah satu partai dalam Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS), PPP sudah memberikan rekomendasi tingkat DPC PPP Kota Depok untuk mengusung pasangan Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono (IBH), sebagai pasangan Bakal Calon Walikota dan Wakil Walikota Depok dalam Pilkada mendatang.

Terkait hal itu, Ketua DPD PKS Kota Depok, Hafid Nasir mengaku, mendukung langkah PPP yang mengeluarkan rekomendasi tersebut. Meski begitu, pihaknya masih menunggu keputusan DPP PKS, yang akan menentukan siapa calon walikota dan wakil walikota Depok di Pilkada yang akan digelar pada 9 Desember 2020.

“PKS, PAN, Demokrat, dan PPP sudah sepakat di tingkat kota mengusung kepala daerahnya itu pak Idris. Tinggal masing-masing parpol menyampaikan ke DPP nya untuk rekomendasi,” ungkap Hafid kepada Radar Depok, Selasa (4/8).

Hafid menilai, langkah PPP yang mengusung IBH sebagai pasangan Idris merupakan langkah yang baik, dan akan didukung partainya.

“Gak apa-apa, kita juga akan mendorong nama yang sama ke DPP kami, agar koalisi ini segera terbentuk,” tutur pria yang menjabat sebagai Anggota Komisi B DPRD Kota Depok ini.

Saat ditanya soal agenda keluarnya rekomendasi DPP PKS, Hafid tak menjawab secara pasti. Menurutnya, secepatnya rekom DPP PKS akan keluar untuk Idris.

“Saya fikir lebih cepat lebih bagus,” tegasnya.

Terpisah, Pengamat Politik dari Universitas Parahyangan, Prof Asep Warlan menilai, jika Pilkada dilangsungkan dua pasangan calon, langkah pasangan bakal calon walikota dan wakil walikota Depok Pradi Supriatna-Afifah Alia untuk melawan pasangan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono di Pilkada mendatang cukup berat.

Asep mengatakan, Idris sebagai petahana jauh lebih diunggulkan dibandingkan Pradi. Hal tersebut lantaran Idris lebih populer di masyarakat Depok.

“Secara empiris, ketika dua eks pasangan bersaing, bekas kepala daerahlah yang akan diunggulkan secara statistik. Hal ini sangat logis, lantaran kepala daerah lebih banyak bergaul, banyak membuat keputusan di masyarakat,” kata Asep kepada Radar Depok, Selasa (4/8).

Dia mengungkapkan, ketika Pradi selaku Wakil Walikota jarang tampil ke publik, mungkin karena terhalang, hal itu bisa menambah berat langkahnya. Akan tetapi, hal tersebut tidak melulu mutlak, karena dalam politik apa saja bisa berubah sewaktu–waktu.

“Kalau seandainya publik tahu selama menjadi Wakil Walikota Pradi punya gagasan yang bagus, bisa saja pilihan mereka jadi berubah,” tutur Asep.

Dia mengaku, dalam pengamatannya figur Idris lebih kuat di masyarakat dibandingkan Pradi. Maka dari itu, Pradi harus membuat langkah ekstra untuk menarik simpati masyarakat dalam Pilkada nanti.

“Sejauh mana pak wakil bisa mendayagunakan mesin partai pendukung, bagaimana meyakinkan tokoh, mungkin keadaan akan berubah,” pungkasnya. (rd/dra)

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Jadwal dan lokasi Pemadaman Listrik di Kota Depok Senin, 19 Oktober 2020

  RADARDEPOK.COM - PLN (Persero) menginformasikan jadwal pemeliharaan jaringan listrik berupa aktivitas pemadaman sementara secara bergilir di Kota Depok pada

Read More...
Renald Ramadhan

Artis Kegep Nge-getok di Sawangan

Renald Ramadhan.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Pemain sinetron Jendela SMP bernama Renald Ramadhan, jadi sorotan. Namanya kesohor

Read More...
kampung utan banjir

Hujan Sebentar, Kampung Utan Terendam

BANJIR : Banjir menggenangi wilayah Kampung Utan, RW4, Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung, Minggu (18/10)

Read More...

Mobile Sliding Menu