keuangan SDN merger diperiksa
PEMERIKSAAN: Kabid SD Disdik Kota Depok, Sada Sugianto sedang memberikan penjelasan tentang mekanisme keuangan untuk SDN yang dimerger, Senin (10/08). FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK
keuangan SDN merger diperiksa
PEMERIKSAAN : Kabid SD Disdik Kota Depok, Sada Sugianto sedang memberikan penjelasan tentang mekanisme keuangan untuk SDN yang dimerger, Senin (10/08). FOTO : PEBRI/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok mengadakan monitoring dan evaluasi (monev) untuk SD Negeri (SDN) yang dimerger untuk tahun pelajaran 2020/2021, Senin (10/08). Dalam kegiatan yang diadakan di SDN Kalibaru 1 tersebut, dikhususkan untuk SDN merger di kawasan Kecamatan Cilodong.

Kabid SD Disdik Kota Depok, Sada Sugianto mengatakan, di Kecamatan Cilodong ada empat SDN yang dimerger. Di antaranya, SDN Sukamaju 3 dan 8 menjadi SDN Sukamaju 3, lalu ada SDN Kalibaru 1 dan 4 yang menjadi SDN Kalibaru 1.

“Total di Kota Depok ada 48 SDN yang dimerger di tahun pelajaran 2020/2021,” ucap Sada kepada Radar Depok.

Sada menjelaskan, dalam kegiatan monev tersebut, yang menjadi pembahasannya adalah tentang keuangan sekolah yang tertuang dalam Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) APBD dan RKAS APBN. Jadi, mengetahui komposisi dan penghitungan data yang digunakan oleh kedua sekolah, untuk dijadikan satu.

“Ini juga untuk mengetahui apakah sekolah induk dan sekolah imbas telah menjalankan mekanisme penggunaan dana BOS sesuai dengan peraturan, yakni penggunaan, pengajuan, dan pencairan,” terangnya.

Penghitungan ini dimulai sejak Januari sampai Juni 2020. Karena SK untuk merger tersebut dikeluarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok pada 6 Januari 2020, dan mulai pelaksanaan mergernya di tahun pelajaran 2020/2021.