konflik internal persikad
DIBEKUKAN : CEO Persikad 1999, A.Handiyana memberikan keterangan terkait pembekuan klub tersebut didepan para supporter di kawasan Jalan Margonda Raya, Rabu (19/08). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
konflik internal persikad
DIBEKUKAN : CEO Persikad 1999, A.Handiyana memberikan keterangan terkait pembekuan klub tersebut didepan para supporter di kawasan Jalan Margonda Raya, Rabu (19/08). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mimpi pecinta sepakbola Kota Depok menyaksikan tim kebanggan Kota Depok, Persikad Depok berlaga di Liga Tiga Seri Dua, harus pupus. Pasalnya, CEO Persikad Depok, A Handiyana Sihombing membekukan Persikad 99, dan menyerahkan kepengurusan kepada supporter.

Kepada Radar Depok, CEO Persikad, A Handiyana mengakui, ada konflik internal di dalam tubuh kepengurusan Persikad 99. Pihaknya mengatakan ada pengurus lama yang mengembalikan Persikad ke supporter. Karena ada persoalan internal, Persikad lahir dari supporter, ada yang meminta dikemnbalikan.

“Ada pengurus lama yang mengatasnamakan sebagai perwakilan supporter Persikad 99, yang meminta kepengurusan Persikad 99 dikembalikan ke Supporter. Dengan demikian saya kembalikan kepengurusan persikad hari ini juga (Rabu, 20/8) ke supporter,” kata A Handiyana.

Dia mengatakan, sebenarnya yang memperkeruh situasi saat ini adalah orang lama yang mencoba mengobok-obok managemen, yang baru soal lisensi Persikad.

“Saya sedih, saya orang baru, saya berusaha membela Persikad tapi kenapa harus digembosi, bukanya bikin maju malah bikin kisruh,” tegas A Handiyana.