KPU bintek paslon depok
PROTOKOL KESEHATAN : Bimtek Pendaftaean Paslon Pilkada Depok 2020 dilaksanakan sesuai dengan standar protokol kesehatan Covid-19. FOTO : ISTIMEWA
KPU bintek paslon depok
PROTOKOL KESEHATAN : Bimtek Pendaftaean Paslon Pilkada Depok 2020 dilaksanakan sesuai dengan standar protokol kesehatan Covid-19. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – 16 utusan partai politik di Kota Depok, baik nonparlemen maupun yang memiliki kursi di DPRD, mengikuti bimbingan teknis (Bimtek) Pendaftaran Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota Depok pada Pilkada 2020, yang diselenggarakan KPU Depok, Rabu (19/08).

Anggota KPU Jawa Barat, Endun Abdul Haq memaparkan, syarat dan yang menjadi standar harus dipenuhi bakal calon Walikota dan Wakil Walikota pada Pilkada serentak 2020. Partai politik yang mengusung pasangan calon harus dan wajib mengisi beberapa Formulir sesuai Peraturan KPU (PKPU) No 1 Tahun 2020 tentang Perubahan ketiga atas PKPU No. 3 Tahun 2017 tentang Pencalonan Pemilihan Gubernur  dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Wali Kota.

“Partai politik pengusung calon wajib mengisi beberapa formulir sebagai persyaratan yang wajib untuk dipenuhi sebagai ketentuan aturan PKPU Nomor 1 tahun 2020,” terang Endun.

Saat pendaftaran, lanjutnya, pasangan bakal calon kepala daerah harus memenuhi syarat sebagimana diatur dalam Pasal 4 PKPU No.1 Tahun 2020 antara lain  bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; setia kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, cita-cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia; berpendidikan paling rendah sekolah lanjutan tingkat atas atau sederajat.

Mereka pun, ucapnya, harus menyerahkan daftar riwayat hidup yang ditandatangani di atas meterai Rp 6.000.

“Yang penting nama bakal calon tidak berbeda antara yang tertulis di Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik dan ijazah SMA,” kata Endun.