Oleh: K.H. A. Mahfudz Anwar

Ketua MUI Kota Depok

 

AKHIR-AKHIR ini banyak sekali berita Hoaks (dusta) yang berseliweran di berbagai media massa. Sehingga banyak orang yang menjadi bingung dalam menghadapi masalahnya.

Mestinya bisa bekerja fokus, tapi malah menjadi galau, karena banyaknya berita yang mengganggu konsentrasi bekerja atau konsentrasi belajar. Dan sedikit banyak mempengaruhi konstelasi politik di negeri ini. Pada hal aslinya bangsa ini terutama masyarakat muslim selalu khusyuk dan fokus dalam ibadah pada Tuhannya.

Tidak banyak persoalan yang layak untuk dirisaukan. Lihat saja perjalanan bangsa ini sepanjang sejarah terbentuknya negeri Nusantara hingga hari ini. Bangsa ini mudah disatukan dalam persaudaraan.

Pada zaman penjajahan Belanda, Jepang sampai zaman merdeka, bangsa ini lebih mudah bersatu, sekalipun berbeda suku, ras dan tradisi-tradisi. Semua berjalan dengan wajar. Maka Bhinneka Tunggal Ika sangat cocok buat katalisator kebangsaan. Sebagai perekat persaudaraan dalam sebuah Negara (Nation) yang sangat majemuk ini.

Dan ini mirip dengan pelaksanaan masyarakat Madani yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW ketika beliau memimpin kota Madinah sebagai suatu Negara baru yang berpenduduk multi etnis dan multi kepercayaan. Mereka sebagai suatu bangsa yang berperadaban maju, mudah menjalankan aktifitas keseharian di bawah arahan dan bimbingan Nabi dan Rasul Allah SWT yang selalu komitmen membangun negeri secara bersama-sama. Semua kekuatan yang ada di Madinah difungsikan sebagai potensi yang bersifat membangun.

Untuk itulah perlunya membangun kebangsaan ini secara terus menerus, demi mencapai cita-cita luhur bangsa ini, yaitu Negeri makmur, aman sentosa di bawah lindungan Tuhan. Dengan jargon bahwa kita adalah satu bangsa, satu bahasa dan satu negeri. Kekuatan kaum muslimin sangat dahsyat sebagai potensi pembangunan yang berkelanjutan dalam mencapai cita-cita Negara bangsa yang besar dan disegani oleh bangsa-bangsa di dunia ini.