Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

In Metropolis
walikota depok bermasker putih
Mohammad Idris

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Depok, untuk ketiga kalinya. Guna memantapkan langkah menuju Pilkada Kota Depok, Mohammad Idris akan mengajukan cuti pada September 2020.

“Saya akan mengajukan cuti guna mengikuti Pilkada Kota Depok,” ujar Mohammad Idris.

Mohammad Idris menjelaskan, pengajuan cuti dimulai pada 26 September – 5 Desember. Nantinya pada 6 hingga 8 Desember merupakan masa tenang, lalu pada 9 Desember melakukan pencoblosan. Dengan rentetan tersebut, pada 5 Desember dirinya telah selesai cuti.

Mohammad Idris mengungkapkan, pengajuan cuti tersebut memang sudah ada aturannya dan diwajibkan cuti selama kampanye. Terlebih, sebelumnya telah dilakukan rotasi promosi sejak enam bulan lalu, dan setelah tiga bulan dilakukan pelantikan, kecuali atas izin menteri.

“Sekarangpun bisa kalau saya ajukan ke menteri kalau mau mutasi,” terang Mohammad Idris.

Mohammad Idris menuturkan, politik saat masalah Covid-19, pihaknya tidak melihat untung atau tidaknya pada Pilkada. Namun orang melihat menguntungkan karena statusnya sebagai Walikota dan sering diundang ke televisi. Mohammad Idris menegaskan bahwa pada kegiatan tersebut pihaknya tidak meminta di undang, namun mendapatkan undangan, sehingga orang lain melihat menguntungkan Petahana.

1 of 2

You may also read!

kecelakaan jalan kartini

Bruukk..! Pesepeda Motor Mendadak Jatuh di Jalan Kartini

NGANTUK : Kecelakaan Motor di depan Ruko Kartini Jalan Kartini Raya, Kecamatan Pancoranmas. Minggu (18/10).

Read More...
katar PGS disinfektan

Dua Pekan Sekali, Katar PGS Semprot Disinfektan

GIAT : Karang Taruna (Katar) Pasir Gunung Selatan (PGS) menyemprot disinfektan di lingkungan RW 1,

Read More...

Lurah Jatijajar Bantah Karena Politik Ketua RW2 Terpilih Tidak Dikukuhkan

Lurah Jatijajar, Sugino.   RADARDEPOK.COM, JATIJAJAR - Terkait dugaan adanya keterkaitan penolakan pengukuhan RW 2 Jatijajar dengan

Read More...

Mobile Sliding Menu