Beranda Metropolis Pandemi Covid-19, Masih Merugikan di Terminal Jatijajar

Pandemi Covid-19, Masih Merugikan di Terminal Jatijajar

0
Pandemi Covid-19, Masih Merugikan di Terminal Jatijajar
SEDIKIT : Sejumlah penumpang saat hendak mudik dari Terminal Jatijajar Kota Depok menuju wilayah Jawa Tengah, Sabtu (29/08). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK
terminal jatijajar masih sepi
SEDIKIT : Sejumlah penumpang saat hendak mudik dari Terminal Jatijajar Kota Depok menuju wilayah Jawa Tengah, Sabtu (29/08). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Masih sedikitnya penumpang di terminal Jatijajar Kota Depok, di keluhkan sejumlah agen bus yang melayani rute Jawa Tengah dan Jawa Timur. Hal itu dikarenakan situasi pandemi virus Korona (Covid-19) di Indonesia. Sehingga berdampak terhadap pendapatan agen bus, dikarenakan minimnya minat masyarakat bepergian ke suatu daerah.

Salah seorang agen tiketĀ  bus di Terminal Jatijajar, Narto (51) mengatakan, situasi pandemi Covid-19 memberikan dampak cukup besar terhadap agen bus.

“Sekali berangkat bus dari terminal Jatijajar bisa mencapai 10 hingga 15 penumpang,” ujar Narto, Sabtu (29/08).

Narto menerangkan, sebelum pandemi di akhir pekan, Narto mampu menjual tiket bus mencapai 20 dengan tujuan Jawa Tengah. Apabila hari libur panjang, dapat dipastikan tiket ludes terjual, karena masyarakat memanfaatkan momen libur panjang untuk mudik. Namun, kali ini dia merasakan hal yang berbeda. Libur panjang beberapa waktu lalu, hanya mampu menjual 20 tiket dengan harga Rp210 ribu tujuan Jawa Tengah.

Di lokasi yang sama, salah seorang warga Kota Depok, Ngadiman (42) menuturkan, dirinya pada akhir pekan kerap menyempatkan diri untuk mudik ke kampung orang tuanya di Solo, Jawa Tengah. Menurutnya, di tengah pandemi Covid-19 tidak ada penurunan harga tiket dan masih tetap sama, yakni Rp210 ribu. Ngadiman melihat memang sedikit orang yang memesan tiket untuk pulang kampung.

Ngadiman memperkirakan, minimnya orang untuk mudik dikarenakan takut dikenakan kebijakan dari pemerintah di tiap daerah. Bahkan, Ngadiman mendapatkan informasi apabila sampai di kampung halamannya, akan diberlakukan isolasi mandiri selama tiga hari. Hal itu diperkirakan guna mencegah adanya Covid-19 di kampung halamannya.