Beranda Ruang Publik Pemimpin Depok

Pemimpin Depok

0
Pemimpin Depok

artikel suryansyah

 

Oleh : Suryansyah

Sekjen Siwo PWI Pusat

 

DANGDUTAN mendadak viral. Di Pengasinan, Sawangan Depok, Jawa Barat. Sabtu kemarin. Bukan karena pelantunnya yang kondang. Evi Tamala. Tapi, waktunya tidak pas. Di tengah pandemi Covid-19.

“Ngapain lo pemda (pemerintah daerah) kemarin razia masker? Giliran acara begini pada ke mana?” celetuk warganet di media sosial.

“satpolpp kaga jelas, kaga komit kerjanye, apalagi koordinatornye pasli lebih kaga jelas,” tulis akun alifmalikii di @depok24jam.

Lain lagi dengan akun @g.damara1: Ini gimana @pemkotdepok Ko bisa berlangsung acara hiburan seperti ini? Tolong ditindak.

[email protected] kacau bngt, gmna corona mau ilang, percuma lah razia masker.

Di grup WAG Depok Media Center (DMC) juga ramai. Seharian dikupas. Terjadi silang pendapat. Di satu sisi mengkritisi. Ada juga yang mencari perbandingan. Foto momen berbeda disodorkan. Sama-sama mengundang massa.

Jelang Pilkada Depok, semua bisa digoreng. Apalagi kabarnya, ada bakal calon walikota di acara itu. Ada petugas keamanan. Ikut bergoyang pula. Alamaaak…

Saya menghindari debat kusir di WAG. Saya tak mau mencibir. Saya memilih diam. Hanya mengintip dari kejauhan. Sambil mengernyitkan dahi. Miris!

Evi Tamala tak bisa disalahkan sepenuhnya. Sebagai penyanyi, dia wajar diminta pentas. Apalagi hajatnya menyantuni anak yatim. Ibadah tentunya.

Tapi, pelantun lagu “Selamat Malam” itu mungkin lupa. Dangdutan pasti mengundang massa. Kerumunan. Sementara Covid-19 masih tinggi di Depok. Bukan mustahil bisa menambah kasus. Apalagi tanpa protokol kesehatan. Yang patut dipertanyakan justru panitianya. Kok bisa dan nekad menggelar keramaian.