Beranda Pendidikan Peneliti dan Akademisi UI Soroti Kebijakan Prioritas untuk Covid-19

Peneliti dan Akademisi UI Soroti Kebijakan Prioritas untuk Covid-19

0
Peneliti dan Akademisi UI Soroti Kebijakan Prioritas untuk Covid-19
SUASANA ASRI: Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Universitas Indonesia (UI). Kampus UI akan menjadi lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2020. FOTO : AHMAD FACHRY /RADAR DEPOK
logo UI dari jauh
SUASANA ASRI : Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Universitas Indonesia (UI). FOTO : AHMAD FACHRY /RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Peneliti dan akademisi Universitas Indonesia (UI) yang tergabung dalam Tim Sinergi Mahadata Tanggap Covid-19 UI. Di bawah koordinasi Direktorat Inovasi dan Science Techno Park (DISTP) UI dan Indonesian Medical Education and Research Institute (IMERI) Fakultas Kedokteran UI menyampaikan dua rekomendasi kebijakan prioritas bagi pemerintah untuk meningkatkan kepatuhan terhadap protokol kesehatan dan mencegah stigma.

Kajian tersebut dilakukan, karena belum adanya upaya khusus dalam bentuk program, rencana aksi, maupun panduan bertingkah laku yang diinvestasikan untuk meningkatkan kapasitas mental, terutama perilaku demi tercapainya tingkat kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang lebih baik dan mereduksi stigma yang terjadi di masyarakat.

Tim perumus kebijakan merupakan akademisi lintas fakultas di UI. Fakultas Psikologi UI diwakili Dr. Bagus Takwin, M.Hum., Dicky C. Pelupessy, Ph.D., dan Laras Sekarasih, Ph.D.. Fakultas Kedokteran UI yakni dr. Gina Anindyajati, SpKJ, Dr. dr Hervita Diatri, SpKJ(K), Damar P Susilaradeya, Ph.D., dan dr. Diashati Mardiasmo, BMedSc, MRes.

Pada rekomendasi pertama dari kedua kebijakan tersebut adalah meningkatkan komunikasi risiko yang lebih efektif dan ramah terhadap keragaman masyarakat demi peningkatan kesadaran kritis masyarakat, melalui pelibatan pemimpin di berbagai tataran. Kedua, meningkatkan kampanye dan edukasi berbasis komunitas yang mengedepankan kearifan lokal dan memperkuat kapasitas tenaga kesehatan, untuk melakukan edukasi melalui testimoni kisah dan pengalaman sejawat di garda terdepan sebagai penyintas (survivor) Covid-19.

Laras Sekarasih, Ph.D, menuturkan, kepatuhan terhadap protokol kesehatan yaitu mengenakan masker, mencuci tangan, menggunakan pembersih tangan, menjaga jarak fisik, dan tinggal di rumah menjadi kunci untuk mencegah memburuknya situasi pandemi. Namun demikian, secara faktual tampak banyak anggota masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan, terlebih lagi saat upaya pembatasan mulai dilonggarkan dan adaptasi kebiasaan baru semakin dikampanyekan.