Beranda Pendidikan PNJ Hibahkan Perangkat Alat Cuci Tangan Portabel untuk SMP Islam Taufiqurrahman Depok

PNJ Hibahkan Perangkat Alat Cuci Tangan Portabel untuk SMP Islam Taufiqurrahman Depok

0
PNJ Hibahkan Perangkat Alat Cuci Tangan Portabel untuk SMP Islam Taufiqurrahman Depok
Program Studi D-III Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) hibahkan perangkat alat cuci tangan portabel untuk SMP Islam Taufiqurrahman Depok. FOTO : ISTIMEWA
pnj kasih mesin cuci tangan ke SMP
BERMANFAAT : Program Studi D-III Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) hibahkan perangkat alat cuci tangan portabel untuk SMP Islam Taufiqurrahman Depok. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Program Studi D-III Teknik Mesin, Jurusan Teknik Mesin, Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) melaksanakan kegitan Pengbdian Kepada Masyarakat yang digagas oleh dosen-dosen di Program Studi tersebut.

Tema pengabdian pada tahun ini ialah ‘Hibah Perangkat Alat Cuci Tangan Portabel Sebagai Salah Satu Bentuk Pencegahan Penyebaran virus Korona (Covid-19) dan Edukasi Bagi Siswa di SMP Islam Taufiqurrahman Depok.’

Adapun alat cuci tangan portabel tersebut, merupakan karya dari para dosen dan PLP di Jurusan Teknik Mesin, khusunya yang mengajar di Bengkel Teknik Mesin PNJ.

Dengan hadirnya kegiatan tersebut yang sekaligus hibah alat cuci tangan portabel, diharapkan pola hidup bersih di lingkungan SMP Taufiqurrahman, Kecamatan Beji, Kota Depok semakin meningkat, mengingat wabah Covid-19 belum juga mereda, bahkan Kota Depok kerap menjadi zona merah.

Seperti apa yang kita ketahui, bahwa Covid-19 merupakan sejenis virus yang bisa menempel pada benda-benda, dan tangan bisa menjadi media penularannya. Maka dari itu kondisi tangan yang sering memegang benda tertetu harus tetap steril, salah satu caranya ialah dengan rajin mencuci tangan sebagai upaya membunuh virus.

Kegiatan pengabdian kali ini, bukanlah kali pertama yang dilakukan oleh Program Studi Teknik Mesin di lingkungan dekat kampus PNJ, tahun-tahun sebelumnya sasaran pengabdian juga sama yakni lembaga pendidian, hanya saja temanya berbeda.

Sayuti, selaku tokoh masyarakat setempat sekaligus pengurus Yayasan Taufiqurrahman ingin kegiatan bantuan tersebut tidak hanya dilakukan sekali saja, akan tetapi berlanjut di kesempatan berikutnya.