Potensi Golput 50 Persen Jika Tidak Ada Calon Alternatif

In Ruang Publik

pengamat politik UI

 

Oleh: Herryansyah, S.Sos. MBA

Pengamat Politik dan Dosen Universitas Indonesia

 

PERSAINGAN sengit Pilkada Depok telah memunculkan dua petahana untuk saling berhadapan. PKS akan mengusung Walikota Depok Mohammad Idris yang menggandeng kader PKS Imam Budi Hartono, dan Gerindra yang mengusung Wakil Walikota Depok Pradi Supriatna, menggandeng kader PDI Perjuangan Afifah Alia eks caleg PDIP Subang-Majalengka-Sumedang.

Boleh dibilang yang akan bertarung dalam Pilkada Kota Depok nanti adalah Pasangan 4L alias “Lu Lagi-Lu Lagi”, dan seperti biasa masyarakat hanya akan dijadikan “objek” yang mau tidak mau, suka tidak suka, HARUS MEMILIH pasangan yang sudah di calonkan oleh Parpol-parpol penguasa DPRD Kota Depok ini, tanpa bisa memilih calon lainnya.

Hal ini menunjukkan mandeknya regenerasi politik di Kota  Depok selama ini, karena tidak ada calon walikota baru yang diharapkan dapat membawa depok menuju arah yang lebih baik. Kalau hanya calon lama apalagi dari petahana, warga Depok sulit berharap akan ada terobosan atau kemajuan yang signifikan, pada akhirnya perkembangan Kota Depok hanya akan berjalan seperti biasa layaknya lima tahun sebelumnya, siapapun yang akan terpilih nanti (pak Walikota lama atau pak Wakil Walikota lama). Tidak ada harapan baru, semangat baru, darah baru yang diharapkan bisa membawa perubahan yang signifikan bagi Kota Depok.

Kinerja balon walikota Depok baik Idris maupun Pradi selama memimpin Depok ini kita sudah bisa menilai. Tidak ada yang istimewa. Kondisi Depok makin tidak jelas arahnya, tidak ada terobosan yang berarti bagi kesejahteraan masyarakat Depok apakah infrastruktur atau pelayanan lainnya. Depok yang seharusnya bisa memainkan peran strategis sebagai salah satu Kota yang berbatasan langsung dengan Ibukota Negara, justru terlihat hanya sebagai “pelengkap penderita” saja bagi DKI Jakarta. Karena Depok yang selalu terdampak dari berbagai masalah yang ada di DKI Jakarta, seperti masalah banjir, sampah, urbanisasi, kriminalitas, dan masalah sosial lainnya.

Kalaupun ada hingar-bingar pembangunan yang ada di sepanjang Jalan Margonda, itu lebih banyak di topang oleh sektor swasta yang memang mempunyai kepentingan ekonomi atas wilayah tersebut.

1 of 2

You may also read!

Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida

Istri Walikota Depok Positif Covid-19

Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Awan mendung seakan menghiasi langit PKK

Read More...
Robot ikut sosialisasi masker

Berkostum Robot, Polsek Cimanggis Hebohkan Sosialisasi Masker

UNIK : Anggota Polsek Cimanggis adakan sosialisasi masker dengan menggunakan kostum unik, di depan kantor

Read More...
banyak baliho calon walikota

Baliho Bacalon Walikota dan Wakil Walikota Depok Mulai Hiasi Margonda

TERPAMPANG : Baliho Bacalon Walikota dan Wakil Walikota mulai menghiasi Jalan Raya Margonda, Kecamatan Beji,

Read More...

Mobile Sliding Menu