foto bersama usai upacara kemerdekaan
KOMPAK : Walikota Depok, Mohammad Idris bersama Muspida Kota Depok, usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI di lapangan Balai Kota Depok, Senin (17/08). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK
foto bersama usai upacara kemerdekaan
KOMPAK : Walikota Depok, Mohammad Idris bersama Muspida Kota Depok, usai mengikuti upacara peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI di lapangan Balai Kota Depok, Senin (17/08). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok, diam-diam tengah menyusun langkah strategis memulihkan perekonomian. Strategi itu diambil akibat Kota Depok sebelumnya disibukan dengan penanganan kesehatan akibat pandemi Covid-19.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, Pemerintah Kota Depok tengah berusaha menggali setiap potensi daerah, untuk menjadi salah satu modal dalam peningkatan pembangunan daerah.  Salah satu tolak ukur tersebut merupakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

“Namun Sebagaimana kita ketahui bersama, dalam masa pandemi Covid-19 saat ini, Pemerintah Kota Depok tetap fokus pada penanganan Kesehatan sebagai prioritas utama,” ujar Mohammad Idris kepada Radar Depok.

Mohammad Idris menjelaskan, Pemerintah Kota Depok mulai menyiapkan langkah pemulihan ekonomi akibat Covid-19. Perekonomian Kota Depok selama sepuluh tahun terakhir dapat berkembang dengan baik. Peran sektor sekunder, yakni industri pengolahan dan sektor tersier, yakni perdagangan barang dan jasa porsinya dominan dalam Produk Domestik Regional Bruto.

Kedua sektor tersebut terindikasi sangat terdampak akibat Covid-19. Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan baik industri kecil menengah, diperkirakan mengalami penurunan omset. Penurunan omset tersebut mencapai 60 hingga 70 persen, akibat kesulitan bahan baku dan demand pasar yang rendah.

Perdagangan besar dan eceran, lanjut walikota, reparasi mobil dan sepeda motor ikut mengalami penurunan omset sekitar 30 hingga 50 persen. Sisi Konsumsi, pengeluaran rumah tangga didominasi oleh peningkatan makanan, minuman dan rokok.