rumah adat depok dari dalam
TERAWAT : Hj Roasih pemilik rumah blandongan sedang duduk di teras rumah betawi. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK
rumah adat depok dari dalam
TERAWAT : Hj Roasih pemilik rumah blandongan sedang duduk di teras rumah betawi. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

 

Bekas–bekas peninggalan kebudayaan asli Depok, satu persatu mulai muncul ke permukaan. Salah satu peninggalannya, yang baru terungkap rumah Blandongan berusia puluhan tahun.

Laporan : Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM – Sebuah rumah tua berarsitektur jaman dulu (Jadul) dengan nuansa kelir coklat, tersempil di tengah ratusan rumah penduduk bergaya moderen. Rumah tempo dulu itu berbentuk satu rumah utama berukuran besar di RT2/3 Kelurhan Duren Mekar (Dumek), Bojongsari Kota Depok. Selain itu, ada satu pendopo yang disebut Blandongan di depan rumah, dan satu lumbung yang ditaruh di sudut rumah. Ada juga satu rumah moderen berukuran besar,  menempel dengan rumah asli Depok tersebut.

Dari dalam rumah moderen, muncul seorang perempun berambut panjang keriting terikat. Dia adalah Nurfadillah. Perempuan berusia 41 ini, cucu dari pemilik rumah Blandongan Depok, H Baan. Dengan ramah, dia menyambut dengan menyuguhkan teh tawar hangat di atas meja kayu yang tersedia di sana.

Dia mengatakan, seluruh bahan bangunan yang digunakan untuk membuat rumah tua tersebut berasal dari kayu nangka.

“Kita belum tahu pasti kapan rumah ini dibangun, ada yang bilang tahun 1930 ada juga yang bilang tahun 1943,” katanya.