Beranda Utama Satgas Covid-19 : Tidak Ada Jam Malam di Depok

Satgas Covid-19 : Tidak Ada Jam Malam di Depok

0
Satgas Covid-19 : Tidak Ada Jam Malam di Depok
Wakil Ketua I/Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Depok, Dadang Wihana
Dadang wihana tentang korona
Wakil Ketua I/Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Depok, Dadang Wihana.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemberlakukan jam malam di Kota Depok jadi topik pemberitaan dan pembahasan di masyarakat. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (TGTPPC) Kota Depok, tidak membenarkan adanya jam malam di Kota Depok.

Juru Bicara TGTPPC Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, pemberlakukan jam malam di Kota Depok tidak dibenarkan, seperti yang sudah berkembang saat ini berita di publik dan masyarakat. Namun, TGTPPC Kota Depok hanya melakukan pembatasan aktivitas masyarakat. 

“Hal ini dilakukan dalam rangka mengendalikan penyebaran Covid-19 di Kota Depok,” ujar Dadang Wihana, Senin (31/08). 

Dadang Wihana menjelaskan, selama dua pekan terakhir, sumber penularan berasal dari imported case klaster perkantoran dan tempat kerja. Hal itu berpotensi menularkan di klaster rumah tangga atau komunitas. Sejumlah langkah kebijakan diambil Gugus Tugas Kota Depok, yakni untuk individu diberikan sosialisasi pentingnya personal lockdown. Untuk keluarga, pihaknya melakukan satu kebijakan melalui SE Wali Kota Depok, terkait protokol kesehatan ketika pulang setelah beraktivitas di luar rumah.

Dadang Wihana mengungkapkan, untuk aktivitas masyarakat, diberlakukan kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat bukan jam malam seperti yang telah diinfokan di publik. Masyarakat yang pulang kerja dari Jakarta pukul 21.00 dipersilahkan untuk. Hal itu dikarenakan sudah memiliki ID surat tugas dan hal lainnya.

Dadang Wihana menuturkan, kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat diberlakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat. TGTPPC Kota Depok mengetahui kerumunan kerap hingga pukul 00.00 atau dini hari. Hal itulah yang diupayakan TGTPCC Kota Depok untuk dihindari, guna penularan Covid-19 pada level komunitas bisa dikendalikan.

“Kita sudah menyusun beberapa langkah termasuk saya katakan untuk personel camat dan lurah bergerak melakukan sosialisasi dan edukasi,” terang Dadang Wihana.