korona virus sampel ilustrasi
ISTIMEWA
korona virus sampel ilustrasi
RILIS : Gubernur Jabar Ridwan Kamil dalam konferensi pers bersama Kasad Jendral Andhika Perkasa dan Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (21/08). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Masyarakat Depok memang sudah antipati dengan Virus Korona alias (Covid-19). Dibalik masa bodonya warga Depok itu, akhirnya menghasilkan resiko tinggi. Depok yang sempat merasakan zona merah, kemudian orange dan terbaru kembali zona merah, Jumat (21/08). Parahnya lagi, se-Jawa Barat (Jabar) hanya Depok beresiko tinggi.

Gubernur Jabar, Ridwan Kamil menyebut, Kota Depok masuk zona merah Virus Korona. Bahkan, Depok jadi satu-satunya kawasan zona merah Virus Korona di Jawa Barat.

“Kami laporkan wilayah Jabar mayoritas risiko sedang dan rendah, hanya Depok yang merah. Kami mohon dukungan untuk menguatkan di zona merah,” sebut Ridwan Kamil dalam konferensi pers usai menerima kunjungan Kasad, dan Wakapolri di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (21/08).

Kang Emil -sapaan Ridwan Kamil- menyebutkan, di Jawa Barat masih terdapat 12 zona oranye, 14 zona kuning, 1 zona merah. Sebelumnya, Depok dikabarkan sempat berada di zona orange.

“Depok kemarin sempat zona oranye. Makanya PSBB di Bodebek diperpanjang. Kami konsisten terus,” ungkapnya.

Hingga saat ini tercatat sudah 189 ribu tes PCR di Jabar yang telah dilakukan. Pihaknya meminta bantuan untuk menambahan alat tes PCR ataupun bantuan keuangan.

“Tes PCR sudah 189 ribu, saya sampaikan kepada pak Kasad. Tapi kalau pake presentase kami masih kecil, kalau ada barangnya atau anggarannya kami mohon bantuan,” beber Kang Emil.