Beranda Ruang Publik Warga Muhammadiyah dan Pilkada (Antara Berimam dan Berma’mum)

Warga Muhammadiyah dan Pilkada (Antara Berimam dan Berma’mum)

0
Warga Muhammadiyah dan Pilkada (Antara Berimam dan Berma’mum)

 

Oleh: Ahmad Isnaini

Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Depok, Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 2 Rangkepan Jaya

 

KEBENARAN yang tak diorganisir bisa dikalahkan dengan kebatilan yang terorganisir (Ali Bin Abi Tholib)

Sekapur Sirih

Dalam kacamata Muhammadiyah, Islam adalah agama yang sempurna. Islam mencangkup seluruh aspek kehidupan manusia. Dalam khittah perjuangannya di tegaskan bahwa “Muhammadiyah berpandangan Agama Islam mencangkup seluruh aspek kehidupan yang meliputi aqidah, ibadah, akhlaq dan mu’amalah dunyawiyah yang merupakan satu kesatuan utuh dan harus dilaksanakan dalam kehidupan perseorangan maupun secara kolektif,“ Dengan mengemban misi gerakan tersebut, dijelaskan lebih lanjut, Muhammadiyah dapat mewujudkan atau mengaktualisasikan Agama Islam menjadi Rahmatan Lil Alamin dalam kehidupan di mukabumi ini.

Berkaitan dengan politik secara jelas ditegaskan bahwa Muhammadiyah meyakini politik dalam kehidupan berbangsa dan  bernegara merupakan salah satu aspek dari ajaran dalam urusan keduniawian yang selalu dimotivasi, dijiwai, dan dibingkai oleh nilai-nilai luhur agama dan moral yang utama.

Maka berkiprah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara tak mungkin dielakan oleh Muhammadiyah. Bahkan Muhammadiyah memandangnya sebagai salah satu perwujudan dari misi dan fungsi melaksanakan da’wah amar makruf dan nahi munkar sebagaimana telah menjadi panggilan sejarah sejak zaman pergerakan hingga masa awal dan setelah kemerdekaan Indonesia.

Politik Warga Muhammadiyah

Dalam konteks kenegaraan cita-cita Muhammadiyah sangat jelas yaitu mewujudkan “Baldatun Thayyibatun wa Robbun Ghafur“ masyarakat sejahtera, aman, damai, makmur, sentosa dan bahagia. Dan, cita-cita ini hanyalah dapat di wujudkan diatas keadilan, kejujuran, persaudaraan dan gotong royong, bertolong-tolongan dengan bersandarkan hukum Allah yang sebenar-benarnya serta terlepas dari pengaruh hawa nafsu dan Syaiton.