rawageni gunakan bongsang
JAGA LINGKUNGAN : Warga Kampung Rawageni, RW 01 Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, saat mempersiapkan besek bambu dan daun jati yang dinamakan bongsang sebagai pengganti plastik sebagai wadah pembagian dagin kurban. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
rawageni gunakan bongsang
JAGA LINGKUNGAN : Warga Kampung Rawageni, RW 01 Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, saat mempersiapkan besek bambu dan daun jati yang dinamakan bongsang sebagai pengganti plastik sebagai wadah pembagian dagin kurban. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CIPAYUNG – Mengurangi volume sampah plastic dan serius menjaga kebersihan lingkungannya, warga Kampung Rawageni RW01 Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung, menggunakan bongsang alias besek bambu beralas daun jati sebagai wadah daging kurban.

Ketua RW 01, Jaelani menjelaskan, untuk menyebar ke seluruh warga RW 01, panitia menyiapkan sebanyak 400 besek bambu dan 1500 daun jati. Butuh waktu satu minggu sebelum pelaksanaan, panitia sudah mempersiapkan bongsang tersebut.

“Dari jauh-jauh hari kita sudah sepakat untuk tidak memakai plastik. Jadi semua sudah kita persiapkan. Secara bersama kita kumpulkan besek sama daun jatinya,” terang Jaelani kepada Radar Depok.

Ia menambahkan, kebetulan di wilayahnya masih banyak terdapat pohon maupun bambu yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah pembungkus hewan kurban, sehingga lingkungannya semakin terhindar dari sampah plastik.

“Kan memang pemerintah sedang menggalakan tidak gunakan plastik. Kami pikir ini sangat baik, jadi kami laksanakan,”  tegas Canut sapaan akrabnya.

Disiplin arahan dari Pemerintah terkait standart pelaksanaan Idul Adha. Jaelani menambahkan, bahwa protokol kesehatan ditegakan secara benar, mulai dari pengecekan suhu tubuh, menggunakan masker maupun faceshild, hingga menyiapkan wadah pencuci tangan dan hand sanitaizer.

“Kami berlakukan ini semua untuk panitia. Tetap menjaga jarak saat melakukan pemotongan,” tambahnya.

Warga yang hadir untuk menyaksikan juga tetap diminta jaga jarak serta diberitahukan untuk berdiam di rumah agar tidak terjadi kerumunan orang. Terutama bagi anak-anak dan warga yang berusia lanjut, sebab rentan terpapar virus. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu

Editor : Pebri Mulya