logo DJP

logo DJP

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Membantu percepatan pemungutan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) atas barang dan jasa digital, Direktur Jenderal Pajak (DJP) telah menunjuk 12 perusahaan yang akan memungut PPN atas barang dan jasa digital yang dijual kepada pelanggan di Indonesia.

Perusaha yang ditunjuk DJP meliputi, Linkedln Singapore Pte. Ltd, McAfee Ireland Ltd, Microsoft Ireland Operations Ltd, Mojang AB, Novi Digital Entertainment Pte. Ltd, PCCW Vuclip (Singapore) Pte. Ltd, Skype Communications SARL, Twitter Asia Pacific Pte. Ltd, Twitter International Company, Zoom Video Communications. Inc, PT Jingdong Indonesia Pertama, PT Shoope International Indonesia.

Penunjukan 12 pelaku usaha tersebut, mulai 1 Oktober 2020 akan memungut PPN atas produk dan layanan digital yang mereka jual kepada konsumen di Indonesia. Jumlah PPN harus dibayar pelanggan adalah 10 persen dari harga sebelum pajak dan harus dicantumkan pada kuitansi, maupun invoice yang diterbitkan penjual sebagai bukti PPN.

DJP terus mengidentifikasi dan aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan lain yang menjual produk digital luar negeri ke Indonesia, guna melakukan sosialisasi dan mengetahui kesiapan mereka, sehingga diharapkan dalam waktu dekat jumlah pelaku usaha yang di tunjuk sebagai pemungut produk digital terus bertambah. Jumlah total yang di tunjuk sebagai pemungut PPN hingga hari ini sebanyak 28 badan usaha.

Khusus marketplace yang merupaakn wajib pajak dalam negeri yang di tunjuk sebagai pemungut, maka pemungutan PPN hanya dilakukan atas penjualan barang dan jasa digital oleh penjual luar negeri yang menjual melalui marketplace tersebut. Untuk informasi lebih lanjut terkait PPN produk digital luar negeri, termasuk daftar pemungut, dapat dilihat di https://www.pajak.go.id/pajakdigital atau https://pajak.go.id/en/digitaltak (bahasa inggris). (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto

Editor : Pebri Mulya