gedung DPRD kota depok
TUTUP : Gedung DPRD Kota Depok ditutup sementara karena ada dua orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. FOTO : ISTIMEWA
gedung DPRD kota depok
TUTUP : Gedung DPRD Kota Depok ditutup sementara karena ada dua orang yang terkonfirmasi positif Covid-19. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Setelah sejumlah OPD di kantor Balaikota Depok ditutup karena ditemukan kasus Covid-19, kini gedung DPRD Kota Depok melakukan hal yang sama. Hal itu karena ditemukan adanya dua pegawai terkonfirmasi positif.

Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana mengatakan, gedung DPRD Kota Depok ditutup sementara. Penutupan tersebut dilaksanakan selama satu pekan, sehingga sejumlah pegawai melakukan Work From Home (WFH) termasuk anggota DPRD Kota Depok.

“Ditutup karena ada dua pegawai ASN yang terkonfirmasi positif,” ujar Dadang Wihana, Senin (7/9).

Dadang Wihana menjelaskan, usai dilakukan temuan pegawai terkonfirmasi positif, Sekretariat DPRD bersama Dinkes Kota Depok tengah melakukan mitigasi, tracing, khususnya kepada yang kontak erat dengan pegawai terkonfirmasi positif. Selain itu, gedung DPRD Kota Depok akan disemprot disinfektan.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Depok, Hafid Nasir membenarkan gedung DPRD Kota Depok ditutup sementara. Namun, dirinya belum mengetahui secara pasti dua orang terkonfirmasi positif apakah dari ASN maupun Non ASN.

“Saya mendapat info dari pesan media sosial jadi belum tahu betul apakah ASN atau non ASN yang terkonfirmasi positif,” terang Hafid Nasir.

Hafid Nasir menuturkan, dengan ditutupnya gedung DPRD Kota Depok, ada sedikit kendala yang dialami Hafid Nasir sebagai anggota dewan. Menurutnya, setiap Senin merupakan hari aspirasi yang biasanya disampaikan anggota PKS terkait aspirasi masyarakat untuk dilakukan pembahasan.