mall suasana sepi
SEPI : Suasana salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Depok begitu sepi saat diberlakukan jam pembatasan usaha. FOTO : FEBRINA/RADAR DEPOK
mall suasana sepi
SEPI : Suasana salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Depok begitu sepi saat diberlakukan jam pembatasan usaha. FOTO : FEBRINA/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mulai Sabtu (19/9), jam pembatasan aktivitas warga (PAW) dan pembatasan aktivitas usaha (PAU) dilonggarkan. Kelonggaran jam ini diberlakukan selama dua pekan kedepan, hingga 3 Oktober 2020. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Nomor 443/347/Kpts/Dinkes/Huk/2020 yang diteken hari ini oleh Walikota Depok, Mohammad Idris.

“Pembatasan jam operasional toko, pusat perbelanjaan, rumah makan, kafe, dan tempat usaha atau kegiatan lainnya, serta layanan antar dan aktivitas warga berlaku selama 14 hari, mulai 19 September sampai dengan 3 Oktober 2020, dan dapat diperpanjang sesuai rekomendasi Gugus Tugas Covid-19,” tulis Idris dalam surat keputusannya, Jumat (18/09).

Dituliskan dalam surat tersebut, ada beberapa perubahan terkait batas jam malam dibandingkan 2 pekan sebelumnya. Misalnya layanan di tempat usaha tutup pukul 20.00 yang sebelumnya pukul 18.00 WIB.  Aktivitas warga/perkumpulan hingga pukul 21.00 yang sebelumnya pukul 20.00 WIB.  Layanan pesan antar/take away pukul 21.00 yang sebelumnya pukul 20.00 WIB.

“Pembatasan jam operasional kegiatan toko, pusat perbelanjaan, café dan lainnya berlaku selama 14 hari sejak 19 September 2020 sampai dengan 3 Oktober 2020,” tegasnya.

Lalu, pembatasan aktivitas ini dikecualikan untuk sektor-sektor kedaruratan, seperti layanan fasilitas kesehatan termasuk toko obat dan apotek. Pekerja yang kembali dari aktivitas bekerja maupun pegawai shift malam juga dikecualikan dari jam malam.

Pelonggaran ini berkaitan dengan dampak ekonomi dan sosial, serta hasil sinergi kebijakan dengan pemerintah daerah sekitar. Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Kota Depok sempat membuat proyeksi, sekitar 40 persen pedagang ritel terpaksa tutup karena kehilangan pemasukan akibat jam PAW dan PAU.

Sementara itu, Ketua APPBI Kota Depok Sutikno Pariyoto mengucap syukur atas kebijakan tersebut. Hal ini menjadi harapan pelaku usaha untuk mendongkrak roda ekonomi.