ilustrasi persidangan

ilustrasi persidangan

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Selamet Riyadi tersangka pencemaran nama baik anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Selasa (1/9). Sidang dengan agenda pembacaan pledoi, Selamet yang juga Ketua Partai PKB Depok ini membeberkan pembelaan dihadapan mejelis hakim.

Sayangnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) tetap dengan tuntutan delapan bulan penjara, sesuai dengan bukti dan saksi yang telah diperiksa di persidangan.

JPU dalam persidangan tersebut, Rozi Julianto mengatakan, Slamet Riyadi telah membacakan pledoinya Selasa (1/9). Dalam kesempatan tersebut, Slamet membacakan pembelaannya di depan majelis hakim. Kendati demikian, dia mengaku tetap pada pendiriannya dengan tuntutan delapan bulan penjara.

“Karena terbukti melakukan pencemaran nama baik terhadap anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi. Kami tetap dalam pendirian, menuntut delapan bulan penjara,” tegas Rozi kepada Radar Depok, Rabu (2/9).

Seperti diketahui, Ketua DPC PKB Depok didakwa lakukan Pencemaran Nama Baik. JPU menyebutkan, terdakwa Selamet telah melakukan fitnah dan pencemaran nama baik terhadap kadernya sendiri yang bernama Babai Suhaimi.

Selamet menuduh Babai positif narkoba. Kasus fitnah dan pencemaran nama baik tersebut, lanjut Rozi terjadi ketika Babai Suhaimi mencalonkan diri sebagai Anggota DPRD Kota Depok 2019.

Untuk proses pencalonan sebagai Anggota Legislatif, Babai pun melakukan tes urine. Selanjutnya, Selamet membeberkan bahwa Babai positif narkoba di sebuah surat kabar lokal di Kota Depok 8 Agustus 2019.