polres metro depok unik
UNIK : Polres Metro Depok mengadakan sosialisasi protokol kesehatan dengan mengenakan pakaian daerah dan unik di Jalan Margonda, Selasa (8/9). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK
polres metro depok unik
UNIK : Polres Metro Depok mengadakan sosialisasi protokol kesehatan dengan mengenakan pakaian daerah dan unik di Jalan Margonda, Selasa (8/9). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Polres Metro Depok intens mengedukasi masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan. Menggunakan pakaian adat dan super hero menjadi cara Polrestro Depok menggugah hati masyarakat dalam penerapan protokol kesehatan.

Kasat Binmas Polres Metro Depok, Kompol Lindan Lumban mengatakan, Polrestro Depok terus bergerak untuk mengingatkan masyarakat terkait protokol kesehatan. Menurutnya, tingginya penyebaran virus Korona (Covid-19) di Kota Depok dikarenakan masyarakat belum sepenuhnya menerapkan protokol kesehatan dalam beraktifitas.

“Kami mengedukasi masyarakat terkait protokol kesehatan menggunakan pakaian adat,” ujar Lindan Lumban, Selasa (8/9).

Lindan Lumban menjelaskan, dengan menggunakan kain ulos yang melingkar di bahu atau pakaian adat Sumatera Utara, Sat Binmas Polrestro Depok memberikan edukasi protokol kesehatan di traffic light Ramanda Jalan Margonda.

Dipilihnya lokasi tersebut, karena arus lalu lintas yang cukup padat, sehingga dapat menarik perhatian dan memberikan pemahaman kepada seluruh masyarakat terkait Covid-19.

Jajaran Polresro Depok merasa kawatir dan prihatin, terhadap kondisi warga yang terpapar Covid-19 di Kota Depok. Jumlah penderita yang terus naik, membuat pemerintah harus berpikir keras guna mempersiapkan fasilitas kesehatan yang memadai, serta perawatan pasien yang terjangkit Covid-19.

Lindan Lumban menulai, apabila jumlah penderita Covid-19 mengalami peningkatan, niscaya fasilitas kesehatan tidak mampu menampung pasien yang membutuhkan perawatan. Untuk itu, kesadaran masyarakat guna mentaati Protokol kesehatan dinilai obat mujarab, guna menghambat dan memutus rantai penyebaran Covid-19.