ilustrasi keberangkatan haji koper
PENGUMPULAN KOPER : Suasana pengumpulan koper oleh jamaah di Kantor Kementerian Agama Kota Depok, Grand Depok City, Cilodong. FOTO : DOK. RADAR DEPOK
ilustrasi keberangkatan haji koper
PENGUMPULAN KOPER : Suasana pengumpulan koper oleh jamaah di Kantor Kementerian Agama Kota Depok, Grand Depok City, Cilodong. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemberangkatan jamaah haji maupun umrah dari Indonesia hingga saat ini masih dilarang. Hal itu terkait dengan masih adanya pandemi virus Covid-19.

Meski begitu, Kementerian Agama Kota Depok memberi kebebasan bagi travel haji dan umrah untuk menerima pendaftaran calon jamaah.

Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kota Depok, Hasan basri menyebutkan, kegiatan pendaftaran haji dan umrah tetap bisa dilakukan. “Jika menerima pendaftaran silakan saja, tapi mereka (travel, red) harus bertanggung jawab,” kata Hasan kepada Radar Depok.

Salah satu yang perlu diperhatikan oleh pengelola jasa travel umrah yaitu protokol kesehatan. Di antaranya menjalankan sosial distancing, memakai masker, budaya hidup bersih dan sama-sama mencegah penularan Covid-19 di lingkungan travel.

“Paling penting protokol kesehatan harus dijaga,” tegasnya

Meski begitu, ia belum bisa memastikan jadwal keberangkatan ibadah umrah ke tanah suci. Karena Kemenag masih menunggu arahan dan perizinan dari pemerintah Arab Saudi.

“Terkait keberangkatan kami belum bisa pastikan, karena Kemenag masih menunggu instruksi dari Arab Saudi,” tukas Hasan.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi (Kanim) Kota Depok, Ruhyat M Tholib menjelaskan, tidak ada yang spesialis dalam pembuatan paspor di Kanim Kota Depok. Dimasa Pandemi siapa saja boleh membuat paspor, hanya saja dibatasi perharinya melayani 50 pemohon.