DEEP Bicara Soal Pilkada Depok : Lebih ke Figur, Partai Bukan Jaminan Elektabilitas

In Politika
Direktur Democracy Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi
Direktur Democracy Electoral Empowerment Partnership (DEEP), Yusfitriadi

 

Koalisi besar dalam Pilkada tidak menjadi jaminan kemenangan. Namun, ada unsur kekuatan personal dari figur yang diusung. Direktur Democracy Electoral Emplowerment (DEEP) Indonesia, Yusfitriadi menjelaskan, variabel kekuatan figur bisa sangat kompleks, seperti masalah karismatik, tingkat mengakarnya figur tersebut, pernah bersentuhan dengan hukum atau isu amoral, termasuk kekuatan finansial personal.

Laporan : Ricky Juliansyah

RADARDEPOK.COM – “Sehingga partai politik hanyalah kekuatan pengusung yang tidak terlalu kuat dalam menentukan elektabilitas dalam Pilkada,” kata Yusfitriadi.

Hal ini, kata pria yang akrab disapa Kang Yus, berlaku juga di Kota Depok pada Pilkada 2020 ini, ketika melihat kekuatan koalisi partai politik pengusung terlihat tidak seimbang, di mana Pradi Supriatna –Afifah Alia diusung koalisi gemuk. Kemudian, Mohammad Idris dan Imam Budi hartono diusung kekuatan koalisi partai yang kurus.

“Dan kedua kekuatan koalisi ini sama-sama mengusung petahana. Menariknya dalam koalisi gemuk, Cawalkot dan Cawawalkot diusung dari partai yang berbeda sehingga menampilkan kombinasi kekuatan dalam tubuh koalisi sehingga terlihat sinergitas pengusungan dalam koalisi,” paparnya.

Namun, kata Kang Yus, koalisi lawan politiknya Cawalkot dan Cawawalkot merupakan kader dari satu partai, sehingga partai yang lainnya dalam koalisi tersebut hanya sebagai penggembira dan tentu saja akan mengandung konsekuensi, misalnya partai dalam koalisi tidak support full dalam Pilkada, karena dalam koalisi tersebut menggambarkan “kemarukan” untuk menduduki kursi pada  pemerintahan kota Depok 5 tahun ke depan.

“Ketika kita akan menganalisis kekuatan parrai politik, kedua kekuatan koalsi memiliki variabel yang sangat mungkin akan memiliki potensi bias kekuatan. Seperti pada koalisi Gerindra, PDI Perjuangan, Nasdem, Golkar dan lainnya,” ujarnya.

Selain Depok bukan menjadi basis kekuatan koalisi tersebut, sisa dinamika Pilpres menurut Kang Yus akan mempengaruhi kekuatan koalisi, terutama simpatisan yang ketika Pilpres memilih Prabowo Subianto, ketika Prabowo kemudian masuk kabinet Jokowi tentu muncul kekecewaan di akar rumput.

“Maka kondisi ini akan mempengaruhi tingkat elektabilitas Pradi-Afifah,” katanya.

1 of 3

You may also read!

Kapolsek sukmajaya naik pangkat

Jelang Malam Tahun Baru, Polsek Sukmajaya Tumpengan

TUMPENGAN: Kenaikan Pangkat Kapolsek Sukmajaya, dengan prosesi pemotongan tumpeng di Mapolsek Sukmajaya, Kamis (31/12).  FOTO

Read More...
Tahun baru sukmajaya-cilodong

Malam Tahun Baru di Sukmajaya-Cilodong Dipantau

SIAP : Apel Persiapan Pengamanan Malam Tahun Baru di Mapolsek Sukmajaya, Kamis (31/12). FOTO :

Read More...
Pln

PLN UP3 Depok Perkuat Pasokan Jelang Tahun Baru

PANTAU : Petugas tengah bersiaga memperkuat pasokan listrik, pada malam tahun baru. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Mobile Sliding Menu