Direktur Eksekutif DEEP Indonesia, Yusfitriadi
Direktur Eksekutif DEEP Indonesia, Yusfitriadi.
Direktur Eksekutif DEEP Indonesia, Yusfitriadi
Direktur Eksekutif DEEP Indonesia, Yusfitriadi.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pandemi Covid-19 yang belum juga menunjukan grafik penurunan hingga pekan ketiga di September ini membuat Demokracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia meminta stakeholder terkait segera menentukan sikap untuk kembali menunda pelaksanaan Pilkada serentak 2020.

“Kenapa tidak stakeholder penyelenggaraan Pilkada 2020 mempertimbangkan penundaan tahapan Pilkada,” tutur Direktur Eksekutif DEEP Indonesia, Yusfitriadi Direktur Eksekutif DEEP Indonesia, Yusfitriadik epada Radar Depok.

Ia menerangkan, beberapa hal yang menjadi dasar atas pertimbangan ditundanya kembali Pilkada 2020, di antaranya, Pertama, Keputusan politik yang diambil atas konsensus bersama penyelenggaraan pilkada diundur tahapan selama tiga bulan, adalah salah satu opsi dari tiga pilihan, yaitu diundur tiga bulan, diundur enam bulan dan diunsur setahun.

“Waktu itu para stakeholder memilih opsi optimis, bahwa Covid-19 akan melandai Juni 2020, sehingga prediksi pelaksanaan tahapan sampai pungut hitung dalam kondisi aman,” terang Kang Yus -sapannya-.

Artinya, sambung Kang Yus, masih ada opsi kedua dan ketiga untuk kembali menjadi keputusan politik, ketika kondisi sampai saat ini, dimana kekhawatiran Pilkada 2020 akan menjadi claster baru penularan Covid-19 sudah menunjukan itu terjadi.

“Hal itu bisa dibuktikan dengan banyaknya penyelenggara pemilu dari Pusat sampai bawah, para kandidat bakal pasangan calon dan yang terindikasi positif Covid-19,” sambungnya.