ilustrasi swab test depok
SWAB TEST : Tenaga medis sedang  melakukan tes usap (Swab Test) kepada pekerja yang kontak erat dengan salah satu orang terkonfirmasi positif virus Korona di kawasan Jalan Juanda Raya, beberapa waktu lalu. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
ilustrasi swab test depok
SWAB TEST : Tenaga medis sedang  melakukan tes usap (Swab Test) kepada pekerja yang kontak erat dengan salah satu orang terkonfirmasi positif virus Korona di kawasan Jalan Juanda Raya, beberapa waktu lalu. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga Depok harus tahu perjuangan tenaga medis dalam menghadapi Virus Korona (Covid-19), mempertaruhkan nyawanya. Dari data Ikatan Dokter Indonesia (IDI) 107 dokter yang meninggal, terdapat dua dokter asal Kota Depok. Dan belum lama juga ada satu perawat meninggal.

Ketua Satgas Covid-19 IDI Kota Depok, dr Alif Noeriyanto Rahman menyebut, tenaga kesehatan di Kota Depok sudah banyak yang terpapar Covid-19. Sehingga penanganan Covid-19 di Kota Depok, sangat memprihatinkan. Sampai-sampai mengorbankan tenaga kesehatan yang ada di Kota Depok.

Berdasarkan rilis IDI pusat, lanjut Alif, ada dua dokter yang meninggal. Tapi, saat ini masih dicari tahu. Tenaga medis (perawat) di Kota Depok sudah ada yang gugur. Terakhir terdapat seorang tenaga medis yang bertugas di RSU Bunda Margonda. “Perawat yang meninggal cuma satu, dari RSU Bunda Margonda,” kata dr Alif kepada Radar Depok, Rabu (9/9).

Menurutnya, banyak tenaga medis asal Kota Depok yang terpapar Covid-19. Hanya saja, dia mengaku tidak memiliki data pasti jumlah tenaga medis yang terpapar Covid-19 di Kota Depok. “Yang terpapar banyak, tapi saya tidak punya data pastinya, semuanya ada di Dinas Kesehatan Kota Depok,” tegasnya.

Sementara, Ketua IDI Kota Depok, dr Sukwanto Gamalyono mengaku, tidak tahu jumlah tenaga kesehatan, khususnya tenaga medis yang terkena Covid-19 di Depok. Yang dia tahu ada dua dokter dan satu perawat yang meninggal itu pun diketahui dari IDI pusat.

“Kita belum tahu jumlahnya yang terpapar, sebab itu datanya ada di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok,” singkat Gamal, Rabu (9/9).