golkar tidak bentuk poros tengah
PEDULI : Jajaran Pengurus DPD Partai Golkar Kota Depok saat memberikan bantuan APD kepada rumah sakit dan instansi kesehatan di kota Depok. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
golkar tidak bentuk poros tengah
PEDULI : Jajaran Pengurus DPD Partai Golkar Kota Depok saat memberikan bantuan APD kepada rumah sakit dan instansi kesehatan di kota Depok. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK Partai Golkar sudah akan menginjak pedal gas dalam-dalam, untuk mendongkrak elektabilitas pasangan Pradi Supriatna – Afifah Alia, dalam mengarungi Pilkada Depok 2020.

Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok. Farabi A Rafiq mengatakan, cara paling ampuh untuk menyosialisasikan duet dari Koalisi Depok Bangkit itu, ialah dengan menawarkan visi misi kerakyatan. Tidak muluk-muluk. Yang penting bisa direalisasikan.

Satu program yang diproyeksikan akan menarik minat masyarakat adalah berobat dengan dengan KTP. Kata Farabi, program ini sebetulnya sejalan dengan yang dibawa Golkar.

“Setiap orang yang memiliki KTP Kota Depok bisa berobat gratis. Caranya gimana, kami sudah punya breakdown. Bagaimana program ini bisa berjalan, tanpa bangkrut. Tanpa tanpa tumpang tindih sama BPJS,” ungkap Farabi kepada Radar Depok, Sabtu (12/09) malam.

Dirinya mengatakan, program ini harus dikelola dengan pemikiran matang. Ia yakin dengan sumber daya yang ada, Pradi-Afifah bisa menjalankan program ini. “Kota Bekasi saja sudah bisa. Jadi, artinya (Kota Depok) bisalah,” tegas dokter spesialis anak ini.

Lebih lanjut, sambung Farabi, dalam mengusung Pradi-Afifah, Golkar selalu mengedepankan tagline perubahan. Pasalnya ia yakin, mayoritas warga sudah ingin perubahan. Cuma dengungnya belum sampai ke telinga mereka.

“Tentunya, kami akan mengerahkan seluruh perangkat Golkar untuk menyampaikan ke mereka, bahwa Pradi-Afifah akan memberikan perubahan itu,” tandasnya.

Selain berobat pakai KTP, diketahui ada sejumlah program unggulan lain yang dibawa Pradi-Afifah. Antara lain, visum gratis untuk anak dan perempuan korban kekerasan, eningkatan pemberdayaan partisipasi masyarakat dalam pembangunan melalui pemberian apresiasi dan insentif bagi ketua RT, RW, Linmas, kader posyandu, marbot masjid, dan kelompok lain.

Kemudian, membuka peluang 100.000 tenaga kerja baru melalui peningkatan kompetensi, pengembangan usaha baru, dan penyelenggaraan bursa tenaga kerja, pengelolaan TPU dengan standar pemakaman untuk menjamin ketersediaan dan keasrian sehingga dapat berfungsi sebagai ruang terbuka hijau.