bersepeda di jalan margonda
GOWES: Warga menggunakan sepeda saat melintas di kawasan Jalan Margonda Raya dengan tetap menggunakan masker. Kementerian Perhubungan mengeluarkan peraturan baru untuk para penghobi sepeda. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
bersepeda di jalan margonda
GOWES : Warga menggunakan sepeda saat melintas di kawasan Jalan Margonda Raya dengan tetap menggunakan masker. Kementerian Perhubungan mengeluarkan peraturan baru untuk para penghobi sepeda. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tren bersepeda akhir-akhir ini kian marak. Agar tertib, maka Kementerian Perhubungan mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 59 Tahun 2020 tentang keselamatan pesepeda di Jalan. Hingga saat ini peraturan tersebut terus disosialisasikan.

Salah satu poin di dalam Permenhub, yaitu pesepeda dapat disediakan fasilitas parkir umum untuk sepeda. Lokasi yang mudah diakses, aman, dan tidak mengganggu arus pejalan kaki. Kemudian terdapat rak, tiang, atau sandaran yang memungkinkan bagi sepeda untuk dikunci atau digembok.

Selain itu, fasilitas parkir umum harus disediakan oleh setiap penyelenggara fasilitas umum, yang ditempatkan paling sedikit pada simpul transportasi, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan, sekolah, dan tempat ibadah.

Penyediaan fasilitas parkir sepeda di gedung perkantoran dan pusat perbelanjaan, ditetapkan sebanyak 10 persen dari kapasitas parkir.

Terkait adanya Permenhub tersebut, Anggota Clonners Bike Community Kota Depok, Dahrul Ichsan mengaku setuju dengan adanya peraturan penyediaan tempat parkir untuk sepeda. Karena dapat mengurangi tingkat polusi kendaraan, khususnya di Kota Depok.

“Walaupun masih sekedar tren, tetapi lahan parkir buat sepeda harus ada. Karena bisa mendorong karyawan untuk melakukan gerakan bike to work,” ungkap Ichsan kepada Radar Depok.

Meski begitu lanjut Ichsan, hal itu cukup sulit direalisasikan secara cepat. Karena kendaraan bermotor masih mendominasi di tempat parkir, dibandingkan sepeda.