cimacan galuh 1
SILAT: Anak-anak sedang berlatih silat di salah satu lapangan bulutangkis di kawasan Cinere. FOTO : ISTIMEWA
cimacan galuh 1
SILAT: Anak-anak sedang berlatih silat di salah satu lapangan bulutangkis di kawasan Cinere. FOTO : ISTIMEWA

 

Minim fasilitas, dan berada di tengah Pandemi Covid-19 bukan halangan anak-anak generasi penerus kebudayaan Indonesia tetap berlatih. Pencak silat dianggap sebagai pertahanan diri menjaga imunitas untuk menghadapi virus mematikan tersebut.

Laporan: Rubiakto

RADARDEPOK.COM – Olahraga dianggap sebagai modal mempertahankan imunitas dalam diri. Sehingga perlu dikenalkan kepada anak-anak mulai sejak dini. Begitu yang dilakukan perguruan silat Cimacan Galuh Mekar, Cinere.

Perguruan silat memang memerlukan regenerasi agar tetap dapat mempertahankan budayanya. Jangan malah budaya bangsa kembali, di curi negara lain. Penegasan tersebut disampaikan salah satu pengajar silat Cimacan Galuh Mekar, Junaidi.

Hingga kini dia mengaku, masih terus melatih anak-anak yang ingin tetap melestarikan budaya pencak silat, di kawasan Cinere dan sekitarnya.

“Kalau bukan kita siapa lagi yang mau belajar kebudayaan kita, termasuk pencak silat,” terang Junaidi.

Dia mengatakan, dimasa Pandemi Covid-19 seperti saat ini perlu menjaga imunitas, agar tetap terhindar dari bahaya Korona. “Kalau badan kita tetap sehat dan bugar karena berolahraga, mudah-mudahan bisa terhindar dari penularan Covid-19,” tegas Junaidi.

Perguruan Cimacan Galuh Mekar Cinere sudah santer terdengar di dunia persilatan. Guna melestarikan Pencak Silat Betawi yang mulai tergusur. Para tokoh dan pesilat senior harus melestarikan. Antara lain melembagakan dan mengadakan berbagai kegiatan mengenai Pencak Silat Betawi.

Salah satu dewan Guru PS Galuh Mekar Cinere, Maulana menceritakan, sejarah PS Cimacan Galuh Mekar berasal dari Cikaduan Gunung Banten, yang diturunkan dari anak Sunan Gunung Jati, yaitu Maulana Hassanudin. Yang hingga sampai ke salah satu guru besar Perguruan Pencak Silat Cimacan, H Abdul Rais.