Globalisme Manusia, Virus Corona dan Teknologi

In Ruang Publik

artikel dosen UI

 

Eko Wijayanto

Dosen Filsafat UI

 

HARI-HARI ini manusia dipersatukan kembali secara global untuk sanggup melawan virus Corona. Sebuah virus di abad ini, yang menjadi musuh bersama.  Kendati musuh itu, virus Corona, tercipta karena sebuah kelalaian teknologis manusia juga.

Kemajuan teknologi mungkin dapat dikatakan sebagai pisau bermata dua, berdampak positif namun juga berdampak negatif. Semua tergantung kepada penggunaannya. Jawaban ini kita mulai dari hal yang kecil namun berdampak besar, yaitu komunikasi. Sebelum ada internet atau media sosial bahkan telefon sekalipun, manusia mengirim surat untuk berkomunikasi dengan sanak saudara atau sahabat yang bertempat tinggal di daerah lain. Seiring kemajuan teknologi, dengan adanya telefon dan media sosial dengan memanfaatkan internet, manusia dapat berkomunikasi secara lebih masif dan lebih intens. Tentu saja segala halnya dapat diceritakan kepada sanak saudara dan teman. Tali silaturahmi antar keluarga dan teman akan terus terjalin dengan baik dan erat meskipun jarang bertatap muka secara langsung. Namun, seperti yang dijelaskan diatas, selalu terdapat dampak negatif. Dampak negatifnya manusia menjadi lebih aktif dan tertarik pada hubungan via media sosial atau yang lebih dikenal dengan “dunia maya”. Sering kali kita mendengar istilah “Mendekatkan yang jauh, dan menjauhkan yang dekat”, maka itulah yang sebenarnya dampak negatif dari kemajuan teknologi di bidang komunikasi. Manusia lebih berani berbicara secara tidak langsung, namun untuk berbicara secara langsung, manusia modern tidak dapat berbicara secara lancar dan percaya diri.

Dengan arus globalisasi, kini informasi dari suatu negara atau wilayah dapat menyebar ke seluruh penjuru dunia tanpa mengenal batas wilayah geografis. Sebagai contoh, informasi mengenai virus corona yang cepat tersebar ke seluruh penjuru dunia. Informasi yang pada mulanya hanya di negara Tiongkok khususnya daerah Wuhan, kemudian tersebar ke seluruh dunia. Himbauan-himbauan pula kini disalurkan melalui teknologi, baik secara internet maupun secara saluran televisi. Perkembangan teknologi memudahkan setiap manusia untuk memperoleh segala informasi dalam segala bidang, baik ekonomi, politik, budaya, bahkan lifestyle sekalipun. Namun dampak negatifnya, informasi yang disebarkan dapat saja sebuah kebohongan atau kerap disebut dengan hoax. Dengan hal ini, setiap manusia berhak dan wajib untuk memfilter atau menyaring segala informasi agar dapat memilih dan memilah informasi yang akan disebarkan ke sanak saudara. Penyebaran berita hoax ini diakibatkan oleh oknum-oknum masyarakat umum yang tentu memiliki maksud dan tujuan. Penggunaan internet dan media sosial yang tidak dibatasi atau semua manusia mempunyai akun pasti akan terus menyebarkan informasi-informasi yang belum tentu benar faktanya.

1 of 2

You may also read!

ilustrasi darah korona

Pasien Covid-19 Meninggal di Kota Depok Sentuh 96 Orang

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Kasus pertumbuhan virus Korona (Covid-19) Kota Depok wajib menjadi perhatian masyarakat. Angka

Read More...
truk mogok di margonda

Hati-hati, di Jalan Raya Margonda Ada Solar Berceceran

MOGOK : Kanit Kamsel Satlantas Polrestro Depok, Kompol Elly Padiansari mengatur lalu lintas di Jalan

Read More...
Ketua TP PKK Kota Depok, Elly Farida

Elly Farida Sudah Sembuh dari Covid-19

Elly Farida.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Setelah menjalani pemulihan karena positif virus Korona (Covid-19), Elly Farida telah

Read More...

Mobile Sliding Menu