Hotel di Depok ‘Ogah’ Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Covid-19

In Metropolis
target PAD Kota Depok
LENGANG : Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Jalan Margonda Raya. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Terus bertambahnya pasien virus Korona (Covid-19) di Kota Depok dan tidak berbanding lurus dengan ketersediaan ruang isolasi di rumah sakit, tentu harus ada tempat alternativ lainnya. Sementara ini, belum ada pihak hotel di Kota Depok yang berkenan untuk dijadikan tempat isolasi mandiri pasien Covid-19.

Walikota Depok, Mohammad Idris mengatakan, Pemkot Depok baru bekerja sama dengan RS Citra Medika, sebagai rumah sakit khusus isolasi pasien positif Covid-19 tanpa gejala. Pemkot Depok telah mencoba untuk menempatkan pasien Covid-19 tanpa gejala di hotel.

“Kami sudah coba, tapi belum ada hotel yang bersedia untuk dijadikan tempat karantina,” ujar Mohammad Idris kepada Radar Depok.

Mohammad Idris menjelaskan, RS Citra Medika menjalin kerjasama untuk melakukan penanganan isolasi pasien tanpa gejala. Di rumah sakit tersebut memiliki kapasitas yang mampu melakukan penanganan, kepada pasien tanpa gejala sebanyak 78 pasien. Selain itu, Pemkot Depok juga mengerahkan pasien tanpa gejala dapat melakukan isolasi mandiri di rumah.

Sementara itu, Ketua Satgas Covid IDI Kota Depok, Alif Noeriyanto mengungkapkan, isolasi mandiri yang dilakukan di rumah, dinilai rentan terjadi penularan, karena minimnya pengawasan sehingga dikhawatiran menimbulkan penularan skala local.

“Seperti DKI Jakarta, sebaiknya Pemkot Depok juga bekerja sama mencarikan hotel bintang 2 dan 3 sebagai tempat isolasi para pasien Covid-19 tanpa gejala atau gejala ringan,” ucap Alif Noeriyanto.

Alif Noeriyanto meminta Pemkot Depok tidak melakukan isolasi mandiri pasien Covid-19 gejalan ringan di rumah. Hal itu dikarenakan sejak Agustus 2020 terjadi peningkatan penderita Covid-19 di Kota Depok. Dengan melakukan isolasi mandiri dapat menularkan penyebaran Covid-19 di lingkungan sekitar.

Apabila melakukan isolasi mandiri, ada sejumlah tantangan yang akan di alami. Tantangan tersebut, yakni tidak ada kepedulian lingkungan sekitar guna memberi memperhatikan kepada pasien, sehingga dapat keluar rumah. Ketidaktahuan pasien terhadap Covid-19 terkait penyebaran karena merasa diri pasien sudah mengalami perubahan sehingga dapat keluar rumah, dan kurangnya pengetahuan keluarga terkait protokol kesehatan sehingga memicu penyebaran local.

“Pengetahuan keluarga di sekitarnya kurang. Karena kasihan, datanglah mereka dengan mengabaikan protokol kesehatan,” tutup Alif Noeriyanto (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

bawaslu pojok pengawasan

Bawaslu Depok Buat Pojok Pengawasan

PERSIAPAN : Jajaran Sekretariat Bawaslu Kota Depok tengah membuat pojok pengawasan di Kantor Sekretariat Bawaslu

Read More...
sahabat kopi asik

Tempat Asyik di Sahabat Ngopi

ASYIK : Owner Sobat Ngopi, Heri Setiyono memperlihatkan beberapa produk kopi unggulannya. FOTO : NIKEN/RADAR

Read More...
pelanggar masker kena hukuman

Belasan Pelanggar Masker Kena Sanksi Sosial

TERJARING : Seorang warga di Bojongsari, terjaring razia masker yang dilakukan Aparatur Kecamatan Bojongsari, Selasa

Read More...

Mobile Sliding Menu