Beranda Politika IBH Siap Beri Ruang Pemuda Depok

IBH Siap Beri Ruang Pemuda Depok

0
IBH Siap Beri Ruang Pemuda Depok
SILATURAHMI: Bakal Calon Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono menerima kunjungan perwakilan pemuda Depok di kediamannya, di Jalan Boulevard GDC, Kluster Acacia, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK
IBH beri ruang pemuda
SILATURAHMI : Bakal Calon Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono menerima kunjungan perwakilan pemuda Depok di kediamannya, di Jalan Boulevard GDC, Kluster Acacia, Kelurahan Tirtajaya, Kecamatan Sukmajaya. FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Bakal Calon Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono mengajak kaum milenial di Kota Depok untuk aktif dan kreatif dalam mengisi pembangunan. Bahkan, pihaknya pun siap untuk memberikan fasilitas serta porsi lebih untuk pemuda.

“Saya suka ketika pemuda bergerak atas keinginnannya sendiri,” tutur pendamping Bakal Calon Walikota Depok, Mohammad Idris dari Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS) ini kepada Radar Depok, Senin (31/08).

Terlebih lagi, politikus PKS yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Karang Taruna (Katar) Jawa Barat ini melanjutkan, pemuda tersebut memiliki semangat memperbaiki diri dan lingkungannya, dengan berbagai kegiatan positif, khususnya kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Ini harus kita dukung, jangan sampai mereka disisipi pengaruh negatif yang berdampak pada kenakalan remaja. Seperti tawuran, narkoba, hingga pergaulan bebas,” paparnya.

Hal tersebut, kata dia, harus diredam dengan kegiatan positif, di mana Pemkot Depok memberikan peran besar bagi pemuda, memberikan fasilitas dan ruang untuk mereka berkreasi menuangkan ide-ide kreatif dan positif.

Sebab, sambung IBH–sapaannya-sebagai calon pemimpin, pemuda memiliki energi yang besar, visioner, melek teknologi dan responsif. Sehingga, mereka harus diberikan feeding yang berbobot.

“Insha Allah, saya juga berangkat dari organisasi kepemudaan. Saya akan memperjuangkan fasilitas dan ruang untuk mereka. Jangan sampai mereka hanya dijadikan objek pembangunan, tapi pemuda harus sebagai subjek,” katanya.