imam budi berkuda
MENUNGGANG KUDA: Bakal calon Wakil Walikota dari Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS), Imam Budi Hartono ketika menunggang kuda. FOTO : ISTIMEWA
imam budi berkuda
MENUNGGANG KUDA : Bakal calon Wakil Walikota dari Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS), Imam Budi Hartono ketika menunggang kuda. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pengalaman menjadi tolak ukur bagi warga untuk menentukan pilihan pemimpinnya dalam Pilkada. Hal tersebut dilontarkan bakal calon Wakil Walikota dari Koalisi Tertata Adil Sejahtera (TAS), Imam Budi Hartono.

Politikus PKS ini menerangkan, Pilkada ibarat sebuah ajang sebuah perlombaan atau pertandingan. Sebuah event olahraga, misalnya setiap tim berlomba untuk menang dan dalam suatu pertandingan memang pasti ada kalah atau menang.

“Tak elok kata orang Sumatera jika pertandingan dengan menggunakan hal-hal tidak baik, misalnya dopping atau cara-cara menjatuhkan lawan dengan curang. Dalam olahraga dikenal dengan kata menang sportif, karena memang dari sisi kesiapan dan kekuatan tim atau personel sudah punya bekal pengalaman yang banyak dan teruji,” kata Imam Budi Hartono kepada Radar Depok, Kamis (17/09).

Imam menilai, pengalaman menjadi salah satu penentu kemenangan, termasuk dalam ajang Pilkada. Karena pengalaman bertanding jadi penentu, semakin sering bertanding semakin membentuk mental juara.

“Alhamdulillah saya berpengalaman di pemerintahan 20 tahun lebih, 10 tahun di depok dan 10 tahun di Jawa Barat. Mudah-mudahan menjadi bekal untuk memenangkan pertarungan di Pilkada,” paparnya.

Ia melanjutkan, dalam kasus Pilkada seringkali incumbent menjadi pemenang, salah satu faktornya adalah pengalaman. Hal ini diperkuat dari hasil beberapa survei lembaga survei politik atau ada akademisi survey lewat media sosial.

“Kota Depok misalnya, di grup WA salah satunya melakukan survey kecil-kecilan dari beberapa kriteria pemimpin Kota Depok yang akan maju dalam pilkada ternyata terbesar adalah yang berpengalaman,” kata Imam.