sungai ciliwung dipantau
MASUH NORMAL: Warga beraktifitas di dekat Pos Pemantau Air Sungai Ciliwung, Jembatan Panus, Kecamatan Pancoranmas, Minggu (23/2). Volume ketinggian air di tempat tersebut masih terhitung normal. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
sungai ciliwung dipantau
ILUSTRASI : Warga beraktifitas di dekat Pos Pemantau Air Sungai Ciliwung, Jembatan Panus, Kecamatan Pancoranmas. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Masyarakat yang tinggal dibantaran sungai Ciliwung harus waspada. Musababnya, air kiriman dari Bogor yang melintas di Kota Depok telah memasuki status siaga. Hal itu terpantau dari pos pintu air Jembatan Panus, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Senin (21/09).

Penjaga Pintu Air Jembatan Panus, Muhammad Basri mengatakan, kiriman dari Bogor di Sungai Ciliwung, terpantau mengalami peningkatan. Dari informasi yang dia dapat, pintu air Bendungan Katulampa sekitar pukul 18.18, berada pada angka 240.

“Sekarang siaga, siaga 2 nanti kalau 245 berarti siaga 1,” ujar Muhammad Basri, Senin (21/09).

Muhammad Basri menjelaskan, naiknya air di pintu air Katulampa sudah terjadi sejak pukul 17.00 karena kondisi hujan. Mohammad Basri memperkirakan air kiriman dari wilayah Bogor akan masuk di Kota Depok sekitar pukul 21.00 hingga 22.00.

Muhammad Basri mengungkapkan, apabila di bendungan Katulampa mencapai angka 240, kemungkinan di pos pantau jembatan Panus diperkirakan mencapai angka 350 hingga 400. Muhammad Basri menambahkan, apabila air angka mencapai 400 Kota Depok akan berstatus siaga dan untuk angka 350 Kota Depok akan siaga dua.

Guna mengantisipasi air kiriman dari Bogor, lanjut Muhammad Basri, telah melakukan berbagai antisipasi, yakni dengan memberikan informasi kepada masyarakat dibantaran Kali Ciliwung, menginformasikan kepada Basarnas dan Orari. Selain itu, Muhammad Basri telah berkoordinasi dengan penjaga pintu air Manggarai.

“Diperkirakan air sampai Jakarta sekitar pukul 04.00 atau selambatnya pukul 07.00,” tutup Muhammad Basri. (rd/dic)

 

Jurnalis: Dicky Agung Prihanto

Editor : Pebri Mulya