Integritas, Keselamatan, dan Pilkada Depok

In Ruang Publik

 

Oleh: Dani Yanuar Eka Putra, S.E, A.k

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Depok

 

JIKA merujuk pada KBBI, Integritas secara etimologi adalah mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran. Jika dalam konteks nasional maka integritas adalah wujud keutuhan prinsip moral dan etika bangsa dalam kehidupan bernegara. Integritas dalam bahasa inggris disebut dengan Integrity. Integrity is “the quality of being honest and having strong priciples; moral uprightness, the state of being whole and undivided”  (Oxford Dictionary). Sedangkan dalam bahasa Arab integritas juga dapat dimaknai sama dengan Istiqomah atau Nazahah. Masih ada banyak lagi kata lain dalam bahasa arab yang memiliki padanan yang sama dengan dengan definsi integritas.

Islam sebagai agama dan ilmu pengetahuan mendefinisikan Integritas dengan kuatnya pondasi Tauhid yang diwujudkan dalam Iman dan Taqwa, bermoral, dan berintelektual. Paling tidak hal ini ditunjukkan pada ayat pertama yang diturunkan Allah Swt melalui malaikat Jibril as kepada Nabi Muhammad Saw. Ayat tersebut adalah surat al-‘Alaq ayat 1-5. Ayat-ayat tersebut merupakan pondasi manusia yang berkeadaban dengan perintah untuk membuka cakrawala semesta yang didasarkan atas pondasi teologi monoteisme atau Tauhidullah yang telah Menciptakan. Bahkan ungkapan untuk berwawasan luas dan terikat akan keimanan juga diulang dalam ayat tersebut. Belum lagi jika dengan ayat-ayat lain yang ada di Al-Qur’an dengan perintah yang sama. Karena Islam adalah dien al-hadlarah atau agama kemajuan.

Jika integritas dikaitkan dengan nilai dasar dalam perilaku, khususnya politik kebangsaan kita bisa merujuk pada Etika Politik yang telah dirumuskan oleh Muhammadiyah. Nilai-nilai tersebut adalah keadilan (al-‘adalah), Persaudaraan (al-Ukhuwah), Persamaan (al-Musawah), Musyawarah (as-Syura), Pluralitas (at-Ta’addudiyah), Perdamaian (as-Silm), Pertanggung Jawaban (al-Mas’uliyah), dan Otokritik (an-naqd az-zatiy). Kemudian rumusan ini ditutup dengan karakteristik Good Governance (tata pemerintah yang baik) dan kepemimpinan nasional. (Himpunan Putusan Tarjih 3, Hal. 9-14).

Muhammadiyah yang bermanhaj komprehensif dan integrative ini juga menambahkan dalam etika politiknya tentang karakteristik pemimpin nasional. Diantaranya adalah, Berintegritas (beriman dan bertaqwa, kuat moral dan intelektual), Kapabilitas (mampu memimpin, menggalang, dan mengelola kemajemukan menjadi satu kekuatan), Populis (berjiwa kerakyatan mengedepankan kepentingan rakyat), Visioner (memiliki visi menuju menuju kemandirian), Negarawan dan memiliki kemampuan menyiapkan generasi penerus, Berkemampuan untuk menjalin hubungan internasional, dan Berjiwa Reformis (memiliki komitmen untuk melanjutkan perjuangan reformasi). (Himpunan Putusan Tarjih 3, Hal. 14)

1 of 4

You may also read!

isolasi mandiri sukatani

13 Keluarga Isolasi Mandiri di Kelurahan Sukatani

BANTUAN : Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos menyerahkan bantuan kepada ketua RW untuk masyarakat yang menjalani

Read More...
XL axiata salurkan paket gratis

XL Axiata – ASKOMPSI Salurkan 50.000 Paket Data Gratis

SERAHKAN : Head of Sales XL Axiata Kalbar, Kaltim, dan Kaltara, Maryadi (kedua kanan) secara simbolis

Read More...
push up pelanggar PSBB

Jakarta Siap Menutup, Kota Depok Tetap PSBB Proposional

DIBERI SANKSI : Petugas gabungan memberikan sanksi kepada warga yang masih tidak menggunakan masker saat

Read More...

Mobile Sliding Menu