Jakarta PSBB Total, Kota Depok Terapkan PSBM

In Metropolis
depok terapkan PSBM
SAMPAIKAN : Ketua TGTPPC Kota Depok, Mohammad Idris saat ditemui di Balaikota Depok, Senin (14/09). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Penanganan virus Korona (Covid-19) Kota Depok yang mengalami peningkatan dan berada pada zona merah. Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (TGTPPC) Kota Depok kini menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PSBM). Hal itu sesuai dengan keputusan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Ketua TGTPPC Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, Gubernur Jawa Barat secara umum mengarahkan peningkatan kasus tidak hanya di kawasan Bogor, Depok, dan Bekasi (Bodebek), namun di tingkat keseluruhan Jawa Barat. Di jawa Barat, terdapat penambahan zona merah dan zona oranye.

“Jawa Barat zona merah bertambah dua dan zona oranye bertambah empat,” ujar Mohammad Idris kepada Radar Depok, Senin (14/09).

Mohammad Idris menjelaskan, sesuai keputusan Gubernur Jawa Barat dengan dikaitkan keputusan dari DKI yang melakukan PSBB, Wilayah Bodebek masih menerapkan PSBM. Namun, pada PSBM memiliki istilah berbeda pada setiap daerah berbeda. Di Kota Depok istilah yang digunakan di tiap lingkungan, yakni pembatasan sosial Kampung siaga (PSKS) berbasis RW.

Mohammad Idris mencontohkan, saat ini ada 93 RW di Kota Depok dari 924 RW, sebagai zona merah, sehingga digunakan istilah dan berlakukan PSKS. Menurutnya, pembatasan tertentu diberlakukan untuk warga dilingkungan RW yang masuk sebagai zona merah, hal itu mengacu pada penderita lebih dari enam orang yang melakukan isolasi mandiri khususnya.

Terkait dengan PSBB Proposional, lanjut Mohammad Idris, penggunaan PSBB Proposional merupakan istilah sesuai SK Pertama Gubernur Jawa Barat. Namun, pihaknya menyepakati untuk se-Jabodetabek di Jawa Barat, menggunakan PSBM . Sebagai gambaran, apabila di suatu RW terdapat dua kasus positif atau isolasi mandiri dan tidak melakukan perawatan di rumah sakit, istilah yang digunakan di RW tersebut PSKS dan pembatasan diterapkan secara ketat.

“Iya, secara teknis tidak beda dengan Proporsional,” tutup Mohammad Idris. (dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Kapolsek sukmajaya naik pangkat

Jelang Malam Tahun Baru, Polsek Sukmajaya Tumpengan

TUMPENGAN: Kenaikan Pangkat Kapolsek Sukmajaya, dengan prosesi pemotongan tumpeng di Mapolsek Sukmajaya, Kamis (31/12).  FOTO

Read More...
Tahun baru sukmajaya-cilodong

Malam Tahun Baru di Sukmajaya-Cilodong Dipantau

SIAP : Apel Persiapan Pengamanan Malam Tahun Baru di Mapolsek Sukmajaya, Kamis (31/12). FOTO :

Read More...
Pln

PLN UP3 Depok Perkuat Pasokan Jelang Tahun Baru

PANTAU : Petugas tengah bersiaga memperkuat pasokan listrik, pada malam tahun baru. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM,

Read More...

Mobile Sliding Menu